Merancang Prosedur Kegiatan Outdoor Learning dengan Design Thinking (2)

Dalam menjawab tantangan masa depan, institusi pendidikan dituntut untuk memperkaya program yang tepat sasaran dan inovatif sehingga guru dan anak didik mampu menjalani dan memanfaatkan tantangan-tantangan yang ada di masa datang. Tony Wegner menuliskan bahwa generasi saat ini harus dilatih dan mahir dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa datang. Wegner menyebutnya sebagai Seven Survival Skills:

  1.  Critical thinking and problem solving  (berpikir kritis dan mampu memecehakan masalah), 
  2. Collaboration and accross networks and leading by influence (mampu bekerjasama dan menunjukkan jiwa kepemimpinan), 
  3. Agility and adaptability (cerdas dan mampu beradaptasi), 
  4. Initiative and entrepreneurship  (berinisiatif dan berwirausaha), 
  5. Effective oral and written commuication (mampu berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan), 
  6. Accessing and analyzing information (dapat mengakses dan menganalisa informasi secara tepat),
  7. Curiousity and imagination  (rasa ingin tahu dan memiliki daya imajinasi).

Seven Survival Skills harus menjadi pertimbangan utama saat sekolah ataupun guru mendesain sebuah kegiatan. Namun sebelum merancang kegiatan untuk anak-anak, guru selayaknya memiliki seven survival skill terlebih dahulu. Hal ini sangat penting karena gurulah yang akan menstimulasi murid-muridnya. Apabila guru tidak asing dengan seven survival skill, maka ia akan mampu membuat kegiatan yang lebih baik dan tidak prematur.

Pembelajaran di luar ruangan atau Outdoor Learning untuk anak usia 10-15 tahun memerlukan persiapan yang sangat baik supaya rangkaian kegiatannya merujuk pada definisi belajar dan karakteristik belajar (seperti dikemukakan Skinner), serta melatih seven survival skills anak. Sekolah yang mengadakan kegiatan Outdoor Learning harus memiliki panduan dan standar yang jelas tentang kegiatan tersebut. Hal ini untuk menghindari terjadinya salah persepsi tentang Outdoor Learning. Outdoor Learning tidak sekedar memindahkan tempat belajar dari dalam kelas ke luar kelas, namun lebih dari itu ada banyak prosedur yang harus dilalui supaya manfaat dan tujuannya tercapai.

Untuk membuat kegiatan Outdoor Learning tampil maksimal saat diterapkan di sekolah, diperlukan sebuah metode untuk membantu memproses pembuatan prosedur pembelajaran di luar kelas. Design thinking adalah pendekatan yang paling memungkinkan untuk digunakan. Hal ini disebabkan karena proses design thinking sangat detail, akurat, prosedural, menggunakan iterasi untuk menyempurnakan hasilnya, dan yang paling penting design thinking mampu menghasilkan solusi terbaik.

Design Thinking. Design Thinking adalah metode yang digunakan untuk memecahan suatu masalah. Metode ini berorientasi pada manusia atau ‘human-centered’. Design Thinking terdiri dari 5 fase yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype dan Test.

Percobaan merancang prosedur kegiatan Outdoor Learning. Dalam design thinking ada yang disebut designer dan ada pula yang disebut user. Designer adalah orang yang menciptakan solusi, sedangkan user adalah orang yang akan menggunakan solusi yang diciptakan designer. Tabel dibawah ini adalah rancangan design thinking untuk membuat prosedur kegiatan outdoor learning di Focus Independent School. Dalam percobaan ini ditetapkan: user adalah sekolah FIS, sedangkan end user adalah siswa FIS.

Tabel 1.  Rencana proses design thinking

Tabel 1. Percobaan Merancang Prosedur Kegiatan Outdoor Learning dengan Design Thinking

Sesuai dengan teori Piaget dan juga esensi dari kegiatan pembelajaran di luar ruangan, sangatlah penting melihat kegiatan tersebut secara detail dan terencana agar tujuan tercapai. Penentuan tolak ukur ataupun acuan dalam merancang, melaksanakan dan juga mengevaluasi atau menilai keberhasilan dari kegiatan tersebut harus ada.

Untuk membuat sebuah prosedur tentunya kita harus meneliti terlebih dahulu kegiatan yang mirip dengan Outdoor Learning dan mewawancara orang-orang yang pernah terlibat dengan kegiatan tersebut. Hal ini sangat diperlukan agar kita dapat melihat permasalahan dan kendala yang terjadi pada kegiatan tersebut. Tentunya analisa yang tepat menjadi kunci utama supaya prosedur yang nantinya diciptakan benar – benar sesuai kebutuhan dan mampu menjawab permasalahan yang terjadi.

Marilah kita mulai memproses perancangan prosedur kegiatan Outdoor Learning dengan design thinking. Fase pertama dalam design thinking adalah empathy. Pada fase ini pengumpulan data dan pemetaan data dilakukan. Pemetaan data ini berguna untuk melihat lebih jelas dan detail tentang permasalahan yang terjadi dalam kegiatan Outdoor Learning yang sudah dilakukan. Hasil dari pemetaan masalah akan menggiring kita untuk menyimpulkan masalah dan selanjutnya merumuskannya.

Tabel 2.

Tabel 2.Fase Empathized Rancangan Prosedur Kegiatan Outdoor Learning

Fase empathized adalah fase yang paling menentukan keberhasilan dalam design thinking. Apabila proses awal ini tidak tepat maka solusi yang dihasilkan salah. Untuk menghindari kesalahan pada fase pertama ada satu alat penangkal yang disebut empathy map. Empathy Map adalah kwadran yang berisi apa yang dikatakan, dilakukan, dipikirkan dan dirasakan oleh user. Empathy Map sangat bermanfaat saat kita melangkah pada fase berikutnya dalam design thinking.

Tabel 3. Empathy Map

Tabel 2. Empathy Map Rancangan Prosedur Kegiatan Outdoor Learning.

Dari empathy map tersebut disimpulkan bahwa kegiatan di luar kelas menjadi sebuah sarana penting bagi siswa untuk memberikan pengalaman belajar yang baru dan memperkuat karakter siswa. Namun persiapan kegiatan, koordinasi tim, kompetensi guru, jaminan kesehatan dan keamanan masih menjadi kendala. Selain itu karena ada perbedaan persepsi antara sekolah dan guru dalam memahami kegiatan Outdoor Learning menyebabkan Outdoor Learning tidak berjalan dengan semestinya. Dan apabila disangkutpautkan dengan Seven Survival Skills, kegiatan Outdoor Learning yang sudah pernah dilakukan di FIS belum menyentuh prinsip 7 survival skills secara penuh.

Fase Define. Setelah menjalankan proses design thinking fase pertama, fase berikutnya adalah define. Pada fase ini yang harus dilakukan adalah merumuskan masalah. Kemampun kita dalam menganalisa dan membuat sintesa sangat dibutuhkan. Dalam fase define dikenal istilah DPS atau Define Problem Statement. Disini kita akan membuat definisi masalah berdasarkan kebutuhan dan keinginan yang dibutuhkan oleh user.

Dari fase sebelumnya secara singkat bisa dikatakan bahwa dalam menjalankan kegiatan di luar kelas yang mirip dengan kegiatan Outdoor Learning, FIS belum memiliki prosedur dan standar yang baik sehingga permasalahan pembelajaran diluar ruangan muncul ke permukaan. Sekolah juga belum memiliki sukses kriteria untuk kegiatan Outdoor Learning. Oleh sebab itu sekolah kesulitan menilai apakah suatu kegiatan pembelajaran di luar kelas yang selama ini sudah dilakukan disebut berhasil atau tidak berhasil.

Merujuk pada pada data-data diatas, maka diperoleh DPS sebagai berikut: Sekolah memerlukan standar dan kriteria keberhasilan dalam aspek persiapan, pemilihan tempat, jaminan kesehatan dan keamanan, kompetensi guru dan koordinasi tim, untuk memudahkan guru dalam menyusun program pembelajaran diluar kelas yang mencakup pembangunan karakter (7 survival skills).

Untuk memudahkan menjalanlan DPS, pengelompokan aspek-aspek yang menjadi fokus utama dalam kegiatan Outdoor Learning dilakukan. Ada lima aspek yaitu kompetensi guru, koordinasi team, jaminan kesehatan dan keamanan, penentuan tempat, dan persiapan. Dari 5 tema tersebut kemudian di break dowm into peices.

Tabel 4. dibawah ini adalah “Aspek- Aspek Kegiatan Outdoor Learning” yang selanjutnya tindaklanjuti untuk menuju fase berikutnya yaitu fase ideate.***

Tabel 4. Aspek-Aspek Kegiatan Outdoor Learning

Tabel 4. Pengembangan DPS

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s