6 Langkah Membuat Kegiatan Drama, Olahraga dan Arts untuk Mengenalkan Design Thinking di sekolah. (4)

Design Thinking for Kids

Peran guru dalam memperkenalkan design thinking pada anak-anak usia 6-8 tahun sangatlah vital. Keberhasilan “perkenalan design thinking” itu sangat tergantung pada pemahaman guru tentang design thinking dan design thinking standard. Kemampuan guru dalam menentukan tujuan pembelajaran (DTS) haruslah tepat. Guru disarankan melakukan fase empathize terlebih dahulu di kelas (terhadap sasaran murid ) supaya DTS tidak meleset. Secara garis besar ada 2 kegiatan utama yang harus dilakukan oleh guru untuk mengenalkan design thinking pada anak melalui kegiatan drama, olahraga dan arts. Pertama merampungkan kegiatan proses design thinking, kedua menyelesaikan kegiatan Design Thinking Standard (DTS). Keduanya tidak bisa dipisahkan dan saling mengikat.

Supaya guru memperoleh gambaran awal tentang cara memperkenalkan design thinking pada anak maka diperlukan panduan. Panduan akan menghasilkan standar yang sama. Panduan untuk guru haruslah jelas, sederhana, mudah dimengerti dan aplikatif mengingat banyaknya tindakan yang ada di dalam satu langkah. Panduan teknis tentunya sangat bermanfaat bagi guru pemula yang ingin mencobanya. Karena berupa panduan, maka akan bersifat umum.

Dibawah ini adalah panduan bagaimana cara guru mengenalkan design thinking pada anak usia 6-8 tahun melalui kegiatan drama, arts dan olahraga. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s