Friendly Cold Calling kelas terakhir diadakan pada Jumat, 1 Desember 2023. Ada 2 sesi yang diikuti 16 teachers. Sesi pertama berlangsung sangat eksentrik karena perbedaan usia antar peserta sekitar 20 tahun. Tetapi hal ini membawa keuntungan tersendiri karena diskusi menjadi semakin kaya. Masing-masing generasi membawa perspektif mewakili generasinya dalam melihat dan menghadapi tantangan di masa depan.

VD Kris sebagai story teller menekankan salah satu kunci dalam design thinking adalah empati. Empati membantu kita memahami dan menghargai perspektif yang berbeda dari setiap generasi. Dengan memahami kebutuhan dan tantangan masing-masing generasi, teacher dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.

Sesi ini juga menekankan bahwa DT bukan hanya sekumpulan metode, tetapi juga sebuah mindset. Dengan mindset ini, para teacher diajak untuk berpikir kreatif, fleksibel, dan adaptif dalam menghadapi perubahan dan tantangan pendidikan masa kini. Design thinking mengajarkan kita untuk tidak hanya mencari solusi tetapi juga untuk mendefinisikan ulang masalah mengingat dunia pendidikan yang terus berubah.

Pada sesi kedua, brainstorming yang dihadirkan VD sangat menyenangkan dan menginspirasi. Teacher diajak bercengkrama dengan santai sambil mengeksplorasi gambar-gambar stimulus yang digunakan untuk menggali solusi kreatif terhadap berbagai permasalahan. Dijelaskan bahwa apapun alat dan metode yang digunakan oleh desainer, Driving Question (DQ) hadir sebagai pemantik yang esensial dalam proses penyelesaian masalah. DQ berperan sebagai penanda jalan yang mengarahkan proses desain ke tujuan yang lebih terfokus dan efektif.

Salah satu momen menarik adalah ketika Miss Andry bertanya: “Apakah pertanyaan ‘What tools I can use to create?”, bisa digunakan untuk membuat DQ. Merespon pertanyaan tersebut, VD menjelaskan bahwa DQ yang menggunakan format 5W+1H memang bisa digunakan, namun penting untuk mempertimbangkan pada tahap mana DQ tersebut sebaiknya diterapkan. Yang menjadi kunci, desainer harus selalu ingat fungsi DQ adalah untuk melengkapi perjalanan desain.

Pentingnya integrasi DQ dalam proses desain ditekankan juga dalam sesi ini. DQ bukan hanya sebuah pertanyaan, tetapi alat untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam proses desain berkontribusi secara efektif ke arah tujuan akhir. Ini membantu desainer untuk tetap berada pada jalur yang benar dan menghindari penyimpangan yang tidak perlu.

Sesi ini menggarisbawahi bagaimana DQ dapat menjadi alat yang sangat berharga dalam proses desain, terutama dalam konteks pendidikan. Melalui penggunaan DQ, teacher diajak untuk tidak hanya berpikir secara kreatif tetapi juga secara strategis. Dengan demikian, DQ menjadi jembatan antara imajinasi dan kenyataan, dan membawa ide-ide kreatif ke dalam solusi yang praktis dan berdampak. ***LC-R

Leave a comment

Trending