John Spencer merancang LAUNCH menggunakan framework design thinking dengan highlight setiap fase harus dijalankan dan diproses dengan benar, runtut, dan rapi. Hal ini memang disengaja oleh John Spencer supaya murid terlatih untuk berpikir runtut. Lesson Plan Launch yang dirancang oleh John Spencer mudah untuk diaplikasikan di dalam kelas karena sudah berupa template. Setiap fase dalam Launch Cycle sudah diberikan jenis kegiatan dan tujuan yang harus dicapai. Tugas guru adalah mengimplemenatsikan lesson plan itu di dalam kelas sesuai dengan cara belajar siswa, karakter siswa, dan kemampuan guru dalam menjelaskan proses dan kegiatan setiap fasenya.

Berikut ini adalah 7 fase LAUNCH cycle:

  1. Look, listen and learn;
  2. Ask a ton of questions;
  3. Understand the problem or process;
  4. Navigate the ideas;
  5. Create a prototype;
  6. Highlight what’s working and fix what’s failing;
  7. Launch it.

Pada tugas ini, Kelompok Imajinasi menyajikan Lesson Plan 1: Look, Listen, and Learn, dan Lesson Plan 2: Ask Ton of Questions dan Understand the problem or process. Lesson Plan 1 dan Lesson Plan 2 ini sangat penting karena sebagai langkah awal proses design thinking. Apabila fase awal ini tidak dilakauan dengan benar, maka seluruh proses akan salah. Oleh sebab itu, sejak awal siswa harus mengetahui bahwa kesalahan di awal akan berpengaruh pada seluruh proses selanjutnya.

A. Persiapan untuk guru:

  1. Guru harus open minded dan memiliki kemampuan berpikir kreatif dan terstruktur karena hal ini akan menjadi modal guru dalam merancang lesson plan untuk siswanya.
  2. Guru harus memiliki pemahaman yang baik tentang prosedur design thinking dan launch cylce.
  3. Karena Lesson Plan harus berfokus pada kebutuhan siswa, maka guru harus memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai perkembangan kognitif dan kemampuan observasi terhadap kepribadian dan cara belajar siswa.
  4. Guru harus mempersiapkan kemampuan terbaiknya dalam expository. Hal ini benar-benar dibutuhkan karena guru akan menjelaskan informasi baru, atau membuat siswa memahami knowledge/materi dengan mudah.

B. Lesson Plan 1 ( Look, Listen, Learn)

Tema: Bagaimana Membuat Model Roller Coaster. Durasi waktu sekitar 60-75 menit. Langkah-langkahnya:

  1. Guru akan mengarahkan siswa untuk mengobservasi video.
  2. Guru menyediakan bahan seperti isolasi, kertas, kardus, kelereng, sedotan, stik es krim.
  3. Guru menyediakan LAUNCH notebook, kartu berukuran 3×5 inchi, dan pensil warna untuk menggambar grafik.
  4. Setelah melihat video, siswa diminta menuliskan observasi ataupun pertanyaan yang muncul dipikiran mereka.
  5. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Di dalam kelompok, siswa menyampaikan pertanyaan yang mereka tuliskan tadi lalu mereka didorong untuk dapat menentukan 4 pertanyaan survey yang akan mereka tanyakan kepada audience mereka.
  6. Guru membantu memberikan contoh-contoh pertanyaan jika siswa mengalami kesulitan.
  7. Guru meminta masing-masing kelompok memilih satu pertanyaan untuk dikembangkan.

Dari kegiatan awal ini, siswa diajak untuk berpikir kritis mulai dari pengamatan hingga menghasilkan ide kreatif. Siswa distimulasi supaya rasa ingin tahunya muncul sehingga siswa bisa membuat prediksi model roller coaster yang akan mereka buat.

Tugas guru mengarahkan dan memberikan supervisi pada siswa supaya membuat pertanyaan yang tepat. Kegiatan ini juga menstimulasi siswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka belajar menyampaikan gagasannya melalui pertanyaan, dan membagikan ide kepada orang lain. Selain itu, mereka juga belajar mengoleksi data hingga menemukan trends yang muncul saat fase Look, Listen and Learn ini selesai.

C. Lesson Plan 2: Ask a ton of questions dan Understand the problem or process

Tujuan utama Lesson Plan 2 adalah siswa dilatih untuk melakukan penelitian sederhana dengan cara bertanya, mencari tahu lewat internet, menganalisa informasi dan membuat kesimpulan. Durasi kegiatan ini 45-60 menit.

Secara berurutan kegiatan Lesson Plan 2 sebagai berikut.

  1. Siswa distimulasi supaya rasa ingin tahunya muncul sehingga mampu membuat pertanyaan yang berkaitan dengan cara kerja dari sebuah roller coaster.
  2. Guru mengarahkan siswa supaya pertanyaan yang dibuat fokus pada topik yang dibicarakan. Artinya apabbila pertanyaan sudah melebar kemana-mana, guru harus segera mengarahkan pertanyaan pada topik semula.
  3. Siswa akan diberi kesempatan untuk membuat pertanyaan pribadi mengenai cara kerja roller coaster.
  4. Setelah siswa masuk kedalam group, pertanyaan-pertanyaan personal dikumpulkan dan didiskusikan dalam group. Siswa diminta untuk memilih pertanyaan-pertanyaan yang paling relevan dengan topik yang dibicarakan. Mereka dilatih mengeliminasi pertanyaan–pertanyaan yang sama, dan memimilih 4 pertanyaan terbaik dari kelompok tersebut yang paling relevan dengan cara kerja rollercoaster.
  5. Guru meminta siswa mencari tambahan informasi dari internet supaya knowledge mereka lebih luas untuk menajwab pertanyaan yang diajukan oleh group. Mengingat internet dapat menghadirkan berbagai macam informasi yang tidak semuanya akurat, maka siswa harus memilih dan menyaring informasi mana yang paling akurat dan relevan dengan informasi yang dibutuhkan.
  6. Setelah siswa menemukan informasi dari internet, siswa diminta menjawab pertanyaan berdasarkan sumber informasi yang mereka pilih. Dalam hal ini, siswa belajar sorting data (memilih pertanyaan terbaik dan memilih sumber informasi yang relevan dari internet), dan mengolah data (menjawab pertanyaan berdasarkan sumber informasi yang dipilih).

Mengaplikasikan fase 1 dan 2 Lesson Plan LAUNCH, memberikan kesimpulan bahwa siswa akan dilatih supaya memiliki kemampuan berpikir yang runtut, rapi, analitis dan kreativitas. Rasa ingin tahu siswa dirangsang sejak lesson plan 1 yaitu Look Listen and Learn dimulai. Siswa juga belajar tentang data analisis, meskipun secara sederhana. Mereka belajar mengumpulkan data, mengolah data, dan mengambil kesimpulan. Selain itu kemampuan menelaah permasalahan, kemampuan berinteraksi dan berkomuniaksi juga dimunculkan dalam kegiatan ini.

Meskipun guru percaya setiap siswa adalah individu-individu yang kreatif, namun siswa belum memiliki kemampuan untuk menstimulasi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, lesson plan LAUNCH dikatakan sangat baik karena mendorong siswa menjadi kreatif. Kreativitas siswa berkembang dengan baik karena kegiatan didalam setiap fase launch lesson plan memberikan kebebasan dan mendorong siswa supaya menjadi desainer sejak dini. 

Lesson Plan LAUNCH tidak hanya bermanfaat untuk siswa menjadi lebih percaya diri, namun juga meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan guru menjadi fasilitator yang baik untuk kelas kreatif mereka. Lesson Plan ini mudah dipahami, memiliki langkah–langkah yang detail, dan komprehensif. ***

Trending