Dazzling: “Relevansi data sangatlah penting karena berpengaruh pada strategi membuat solusi.”

Setiap orang pernah memiliki masalah, bergaul dengan masalah dan hidup dengan masalah. Masalah bukan hal yang harus dihindari namun harus dipecahkan atau diselesaikan. Masalah muncul dalam berbagai bentuk. Bisa sederhana, bisa komplek. Mau tidak mau, suka tidak suka, masalah harus diselesaikan dengan solusi yang tepat dan efektif. Salah satu cara menyelesaikan masalah adalah dengan design thinking. Design thinking dalam arti luas bisa merupakan cara berpikir yang runtut, rapi, dimulai dari hal yang parsial hingga menjadi kompleks. Setelah hal kompleks tersebut dirumuskan, kemudian di break down into pieces hingga memunculkan solusi yang baru yang membuat hal kompleks tadi menjadi sederhana. Cara berpikir design thinking akan sangat dibutuhkan pada saat ini terutama pada masa yang akan datang. Meskipun tidak mudah, tetapi harus mulai dibiasakan berpikir secara design thinking.

Tahap awal berpikir design thinking dimulai dengan memahami secara mendalam permasalahan yang dihadapi oleh pihak user (pengguna). Oleh karena itu, sangatlah penting bagi designer (sebagai pemberi solusi) untuk dapat melihat dari sudut pandang user  agar dapat memahami pikiran, perasaan, tindakan, sehingga didapatkan kebutuhan serta insight yang tepat. Dapat dikatakan bahwa designer harus bisa mengamati (observe), terlibat (engage), dan merasakan secara langsung (immerse) kondisi yang dialami oleh user. Proses tersebut merupakan usaha mengumpulkan data-yang nantinya akan diolah dan digunakan untuk menentukan solusi yang tepat.

Data yang digunakan haruslah data yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi. Data yang dimaksud harus dapat divalidasi serta tidak mengandung opini atau asumsi. Relevansi data sangatlah penting karena berpengaruh pada strategi dan pengambilan keputusan yang mengarahkan kepada solusi. Sangatlah penting dipahami bahwa seorang designer harus mahir mengumpulkan, mengolah, menggunakan, dan memanfaatkan data sehingga mampu merumuskan masalah secara tepat. Apabila tahap awal ini gagal dilakukan oleh designer, maka bisa dipastikan solusi akan meleset. Lebih buruk, solusi yang dihasilakn malah akan memunculkan masalah baru. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s