Dazzling : “Post Truth, Fact Checking, dan Bayesian Inference”

Hadirnya beragam informasi membuat masyarakat menjadi lebih riskan dalam memperoleh informasi yang salah atau hoax. Fakta ini mendukung berkembangnya post-truth. Dalam era post truth, keyakinan pribadi memiliki kekuatan yang lebih besar dibadingkan dengan logika dan fakta. Dramatisasi pesan jauh lebih penting daripada isi pesan atau informasi itu sendiri. Berkembangnya post-truth membuat informasi yang didapatkan oleh seseorang harus dicek kembali kebenarannya karena tidak semua informasi benar adanya. Melakukan fact-checking atau pemeriksaan terhadap suatu fakta untuk mencari kebenaran dari informasi yang diterima adalah hal yang harus dilakukan oleh semua orang supaya terhindar dari post-truth.

Kemampuan seseorang dalam mencari dan mengumpulkan data yang valid menentukan keberhasilan orang tersebut dalam memahami permasalahan. Apabila data yang diperoleh tidak valid, pastinya akan mempengaruhi kualitas penilaian terhadap permasalahan tersebut. Ketelitian benar-benar diperlukan dalam melakukan fact-checking untuk mendapatkan fakta yang benar. Selain itu kemampuan menyaring fakta mana saja yang relevan dan mendukung permasalahan yang sedang dhihadapi juga sangat dibutuhkan.

***

Dalam ilmu statistik, ada teknik fundamental yang dikenal dengan nama “Bayesian inference”. Teknik ini bisa mengarahkan kita untuk memilah data-data secara tepat. Sebuah informasi bukanlah fakta apabila belum jelas kebenarannya. Sedangkan sebuah fakta juga belum tentu dapat dijadikan sebagai data karena mungkin tidak relevan dengan permasalahan. Agar kita bisa mendapat data yang valid, kita harus mencari bukti kuat untuk mendukung kebenaran data yang diperoleh. Kita tidak bisa hanya mempercayai satu data, tetapi harus pula memperhatikan data-data lain yang mungkin bisa memperkuat atau mematahkan data tersebut.

Alex Edmans, Professor of Finance dari London Business School, menyarankan beberapa langkah yang dapat digunakan untuk memperoleh data yang valid.

Langkah-langkah yang dilakukan, yaitu:

  1. Actively seek other viewpoints. Aktif mencari semua informasi yang relevan dengan permasalahan dari berbagai sudut pandang. Hal ini bisa dengan melakukan observasi ataupun wawancara.
  2. Listen to experts. Lakukan fact checking dengan bertanya kepada ahlinya karena data yang mereka miliki sudah terverifikasi. Meskipun terkadang pendapat ahli tidak selalu sesuai dengan pendapat kita, namun pendapat para ahli sudah berdasarkan penelitian (kajian ilmiah) yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam memilih pendapat ahli, harus dipilih ahli yang benar-benar kompeten di bidangnya.
  3. Pause before sharing. Tidak perlu terburu-buru dalam menyampaikan pemikiran yang dimiliki. Sebaiknya kita memberikan jeda sebelum berbagi apapun agar dapat memikirkan kembali dan memastikan sekali lagi bahwa data yang dimiliki didukung oleh bukti yang kuat.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s