DAZZLING : “Apakah kamu orang yang kreatif? Cepat jawab!!!!”

Hampir setiap hari kita melihat hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan. Hal-hal baru yang sekarang kita nikmati adalah hasil pemikiran cemerlang para inovator dalam menggunakan kreativitasnya.

Dalam design thinking seorang designer membantu user memcahkan masalahnya. Tak bisa dipungkiri kreativitas designer sangat vital dibutuhkan dalam memproses masalah yang dimiliki user hingga mendapatkan solusi terbaik. Semakin kreatif seorang designer, semakin baik solusi yang dihasilkan. Menurut KBBI, definisi kreatif adalah memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan.

Kreativitas merupakan hasil dari aktivitas menjadi kreatif. Dalam hal ini kreativitas dapat terjadi karena adanya proses berpikir. Berpikir bisa saja berawal dari memikirkan permasalahan, memikirkan kebutuhan, memikirkan solusi, yang kemudian mendorong sesesorang untuk menciptakan sesuatu yang digunakan untuk memenuhi pemikirannya tersebut. Hanya saja, banyak orang memandang bahwa kreativitas itu erat kaitannya dengan hal-hal tentang seni atau menciptakan produk semata. Proses kreatif diawali dari pengelolaan ide-ide yang ada dalam pikiran seseorang, lalu diwujudkan dalam bentuk yang konkret.

Dalam design thinking, proses kreatif terjadi hampir di setiap fase deseign thinking. Mulai dari empathize, define, ideate, prototype dan test, membutuhkan nalar yang kreatif dari designer. Pada fase empathize, designer harus kreatif dalam mencari cara agar bisa mendapat data yang tepat terkait permasalahan user. Sementara pada fase define, agar dapat membuat rumusan masalah yang tepat, pemikiran yang kreatif vital dibutuhkan. Selanjutnya, pada tahap ideate dan prototype, kreativitas untuk menemukan solusi alternatif benar-benar harus tersedia dengan baik karea hasil pemikiran kreatif designer akan menjadi cikal bakal solusi terbaik yang akan ditawarkan kepada user.

Kreativitas akan ditemukan saat seorang designer sudah mencoba berbagai kemungkinan yang ada dipikirannya. Jadi amatlah mustahil mencoba sekali lalu berhasil. Proses kreatif akan terjadi pada beberapa kali uji coba, beberapa tes. Apabila seorang designer malas mengembangkan kreatifitasnya dan tidak mau menantang dirinya berani mencoba hal-hal baru, bisa dipastikan solusi yang diciptakan designer tersebut tidak populer apalagi kreatif.

***

Semua orang terlahir memiliki kreativitas. Namun, seberapa berani orang tersebut keluar dari rutinitas dan mengembangkan kreatifitasnya adalah masalah yang berbeda. Sebagai contoh, guru yang memiliki pola pikir kreatif selalu berusaha mengembangkan potensi dirinya dengan berbagai cara hingga menghasilkan murid-murid yang mampu berpikir kreatif. Menurut John Spencer dalam buku Launch, guru-guru yang sudah memahami design thinking, akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang berpikir kreatif. Hal ini amatlah masuk akal karena dalam setiap fase dalam design thinking dibutuhkan pola pikir yang kreatif.

Masih menurut John Spencer, apabila guru-guru memiliki pola pikir kreatif maka pengelolaan kelas akan lebih baik. Selain mereka paham apa yang dibutuhkan anak-anak, mereka juga akan mampu menghasilkan anak-anak yang memiliki kerangka berpikir yang rapi, runtut, logis, dan kreatif. Dengan kerangka berpikir seperti itu, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang memiliki sudut pandang yang luas. Guru kreatif akan selalu mengarahkan murid-muridnya berinisiatif untuk menggali ide baru dari berbagai referensi yang mereka miliki.

John Spencer memperkenalkan LAUNCH untuk menyiapkan anak memiliki pola pikir yang kreatif. LAUNCH merupakan sebuah proses memecahkan suatu masalah dengan cara memunculkan solusi yang kreatif dan inovatif. Pada prinsipnya, pola pikir yang digunakan dalam LAUNCH adalah pola berpikir design thinking. Kalau dalam design thinking dikenal istilah iteration, dalam LAUNCH dikenal sebagai cycle. Sama dengan design thinking, setiap fase dalam LAUNCH selalu memunculkan sikap berpikir kritis dan kreatif. LAUNCH cycle bukanlah sebuah formula. LAUNCH cycle membangun kerangka berpikir anak supaya menjadi kreatif.

Tahapan-tahapan dari LAUNCH cycle adalah sebagai berikut:

  • Look, Listen, and Learn

Tujuan utama dari tahap ini adalah sebuah kesadaran. Anak harus lebih peka terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Pada tahap ini anak akan menggunakan empatinya untuk memperhatikan masalah yang dihadapi. Anak akan melakukan berbagai macam cara seperti wawancara dan pengamatan, untuk menemukan lebih banyak informasi yang dapat diolah menjadi data.

  • Ask Lots of Questions

Dipicu oleh rasa ingin tahu yang besar, tahap kedua pada LAUNCH cycle  adalah anak diminta untuk menanyakan informasi yang berhubungan dengan sebuah permasalahan untuk menemukan akar dari permasalahan tersebut. Pada tahap ini, anak dapat mengembangkan serangkaian pernyataan, yang dapat mereka gunakan untuk memahami masalah yang coba diselesaikan.

  • Understand the Problem or Process

Setelah menanyakan pertanyaan, anak akan mulai melakukan sebuah penelitian. Pada tahap ini, anak akan meneliti apa yang menyebabkan terjadinya sebuah permasalahan dan efek apa yang timbul dari permasalahan tersebut. Pada tahap ini dimungkinkan juga anak melakukan sebuah penelitian yang sudah dilakukan oleh orang lain sebelumnya. Mereka menggunakan gagasan-gagasan yang sudah ada untuk diselesaikan pada tahap selanjutnya.

  • Navigate Ideas

Setelah selesai pada tahap understand the problem or process, anak akan menerapkan pengetahuan yang baru mereka peroleh untuk menemukan solusi dari akar permasalahan yang sedang dihadapi. Anak tidak hanya brainstrom, tetapi juga melakukan analisa pada gagasan-gagasan mereka dan menggabungkan ide-ide yang mereka miliki, yang kemudian akan menghasilkan konsep tentang hal yang ingin mereka ciptakan hingga masalah selesai.

  • Create

Tahap create adalah sebuah tahap dimana anak harus mengubah ide-ide kreatif yang ada di angan mereka menjadi nyata. Hal ini sama persis dengan tahap prototype pada design thinking. Pada tahap ini, anak akan menciptakan prototype yang merupakan produk untuk menyelesaikan masalah.

  • Highlight What’s Working and Failing

Setelah berhasil di tahap create, anak akan memasuki tahap terakhir pada LAUNCH cycle. Tahap ini sama seperti tahap test pada proses design thinking. Anak akan melakukan uji coba, kemudian menentukan apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil. Mereka juga harus mempunyai visi yang jelas tentang kualitas seperti apa yang ingin mereka ciptakan. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk melihat bahwa proses revisi adalah sebuah percobaan yang penuh dengan iterasi atau pengulangan, dimana setiap kesalahan adalah suatu hal yang dapat membawa mereka lebih dekat dengan kesuksesan.

Setelah melewati 6 tahap pada LAUNCH cycle, hal terakhir yang harus dilakukan oleh anak adalah memperkenalkan hasil yang sudah mereka buat kepada audience. Tahap akhir ini disebut: “It’s LAUNCH Time!”. John Spencer mengatakan:  “Making without LAUNCHing is like cooking a four-course meal and eating it alone. It may taste phenomenal, but you’ll be the only one who knows.” Hal ini sengaja dimunculkan oleh John Spencer supaya mindset anak soal proses, kesungguhan, kerja keras, akan dihargai oleh dunia.

***

Design thinking dan LAUNCH cycle memiliki proses yang hampir. Yang berbeda hanya pada tahap akhir, yaitu It’s time to LAUNCH. Saat anak harus membagikan ide kreatif kepada audience. Design thinking dan Laucnh dapat diajarkan kepada anak karena mampu menstimulasi rasa ingin tahu yang besar, suka belajar hal baru, sekaligus melatih kemampuan anak untuk memecahkan masalah. LAUNCH cycle memberikan kerangka berpikir yang mengakomodir anak untuk bereksplorasi dan berekspresi dalam mengembangkan ide, menciptakan hal baru, serta berbagi informasi tersebut dengan orang lain.

Apa yang terjadi apabila anak mengaplikasikan design thinking? Anak akan tumbuh dengan rasa empati. Mereka bisa menjadi pemikir dan petualang ataupun peretas dan pemberontak karena mereka berpikir secara berbeda dalam melihat suatu masalah. Anak-anak bereksplorasi dan berekspresi menggunakan imajinasi mereka dengan penuh percaya diri. Design thinking juga mengajarkan anak untuk mengkoneksikan informasi dan ide kreatif sehingga kelak mereka menjadi seorang problem solver yang berani mengambil resiko positif.

Lalu apa yang terjadi saat anak-anak menjalani LAUNCH cycle? LAUNCH Cycle adalah alat yang sangat kuat untuk untuk melengkapi proses belajar yang dibutuhkan anak dalam design thinking. Selain itu, LAUNCH cycle akan menjadi alat yang efektif yang memberikan kekuatan bagi anak mengembangkan kreativitasnya menjadi ide nyata dan membagikan ide kreatif tersebut kepada audience. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s