B+ : “Fakta, opini, data, dan rival theory.”

Fase pertama dalam Design Thinking merupakan tahapan yang krusial karena designer dituntut untuk mendapatkan data yang valid dan benar. Selain itu, designer perlu menghindari asumsi-asumsi dan keyakinan pribadi designer dalam proses pencarian data. Disisi lain, ada kendala yang mungkin ditemui oleh designer saat proses pencarian data. Salah satunya yaitu designer terjebak dalam keadaan Post Truth.

Apakah itu Post TruthPost Truth merupakan keadaan dimana objektivitas dan rasionalitas membiarkan emosi, perasaan dan hasrat untuk memihak keyakinan tertentu dengan mengindahkan fakta atau kebenaran. Dalam hal ini bisa dikatakan emosi, perasaan dan keyakinan diatas segalanya, termasuk di atas fakta dan kebenaran. Pada keadaan Post Truth, kebanyakan orang menerima informasi secara mentah karena adanya pengaruh emosi dalam penyampaian informasi itu sendiri, selain itu adanya hasrat, keyakinan dan kepentingan individu baik dari pemberi informasi maupun penerima informasi sehingga informasi yang belum terverifikasi digiring menjadi tampak sebagai kebenaran. Dalam kasus ini, walaupun fase emphatize merupakan user-centered dimana designer harus memposisikan diri layaknya sebagai user, namun designer perlu menyingkirkan opini pribadi, kepentingan maupun keyakinan kepada user agar tidak muncul asumsi dalam proses pencarian data. 

Ketika mengumpulkan data, seorang designer harus berfikir kritis untuk melihat ketidakberesan pada sebuah informasi atau mempertanyakan klaim kebenaran yang sudah ada. Penting bagi seorang designer untuk memverifikasi informasi dengan berfikir “mengapa”. Setiap informasi yang diterima tidak boleh langsung diterima secara mentah-mentah, melainkan diperiksa keabsahannya dan dicerna betul sehingga data yang diambil benar-benar valid dan kemudian bisa dijadikan data yang mendukung. Designer tidak akan mungkin dapat menemukan inti permasalahan jika hanya berasal dari data yang tunggal, untuk itu diperlukan data-data pendukung. Data-data tersebut bisa menguatkan pernyataan awal ataupun mematahkannya jika itu tidak representatif. Oleh sebab itu, seorang designer memerlukan keahlian untuk dapat membedakan opini, fakta dan data. 

Opini adalah ide, pikiran gagasan untuk menjelaskan suatu prespektif dan keyakinan yang besifat subjektif. Fakta adalah hal nyata yang dapat ditangkap oleh indera manusia, sedangkan data adalah sekumpulan keterangan, diskripsi dasar atas suatu hal. Data mentah dapat berupa fakta dan opini. Fakta dan opini belum tentu berisi tentang kebenaran ketika belum dilakukan uji verifikasi untuk menemukan hasil akhirnya sehingga seorang designer tidak bisa langsung memasukkan fakta dan opini yang dia dapat secara mentah menjadi sebuah data atau bahkan langsung membuat kesimpulan. Uji verifikasi amatlah penting dilakukan oleh designer untuk mendapatkan data yang valid.

Designer memerlukan cara untuk melakukan validasi data supaya rumusam masalah baik. Cara tersebut dapat berupa teori penyangkalan, mencari point of view yang berbeda, mencari pendapat ahli dan tidak terburu-buru untuk mengungkap kebenaran sebelum mendapat sejumlah bukti yang dapat menguatkan validitas data. Jika seorang designer gagal mendapatkan data yang valid, maka dia tidak akan dapat menemukan akar permasalahan dan memberikan solusi yang tepat. Oleh sebab itu seorang designer tidak boleh terjebak dalam post-truth karena dalam post truth kebenaran akan sebuah keadaan tidak akan terungkap. 

Data-data yang valid merupakan komponen designer untuk melakukan proses Design Thinking. Data yang telah diolah nantinya akan dikerucutkan dan ditarik kesimpulan sebagai core masalah yang dihadapi user. Dari data-data yang akurat tersebut, designer akan membuat hipotesa dan mencari solusi yang tepat susai dengan user needs.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s