Rancangan Model Kegiatan (4)

Artikel Belajar Proses Design Thinking

Dalam artikel sebelumnya, disebutkan bahwa kegiatan membaca adalah suatu pembiasaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan secara mendalam. Ketika siswa memiliki kemampuan ini, maka mereka tidak akan menemui kesulitan yang berarti saat dihadapkan pada tes tertulis, termasuk memahami instruksi dan pertanyaan yang diberikan. Selain itu, kemampuan menulis siswa pun juga akan berkembang seiring meningkatnya kemampuan dalam memahami bacaan. Berdasarkan Bloom’s Taxonomy, siswa perlu dilatih untuk memiliki konsep berpikir dari tingkat yang paling sederhana atau mudah menuju kompleks. Rancang kegiatan membaca untuk melatih konsep berpikir siswa dapat melalui langkah-langkah sebagai berikut: 

 

guideline2
  1. Memonitor Pemahaman (Monitoring Comprehension). Di tahap awal ini, siswa akan diminta untuk membuat catatan tentang informasi penting yang bisa ditangkap melalui bacaan. Kegiatan ini penting untuk dilakukan sehingga mereka memiliki prior knowledge tentang materi yang akan dibahas. Guru memberikan guideline untuk mempermudah siswa dalam membuat catatan, contoh mind map.Langkah selanjutnya adalah siswa didampingi untuk mengidentifikasi dan menghubungkan apa yang mereka dapatkan pada bacaan dengan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar. Dalam teks naratif, guru dapat mengarahkan siswa untuk memperkirakan cerita atau fragmen selanjutnya yang mungkin terjadi.
  2. Memvisualisasikan (Visualizing). Pada tahap ini, guru dapat menyediakan gambar atau memberikan pertanyaan yang membantu siswa untuk mendapatkan gambaran nyata tentang isi bacaan.
  3. Menghubungkan (Connecting). Langkah selanjutnya adalah siswa didampingi untuk mengidentifikasi dan menghubungkan apa yang mereka dapatkan pada bacaan dengan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar. Dalam teks naratif, guru dapat mengarahkan siswa untuk memperkirakan cerita atau fragmen selanjutnya yang mungkin terjadi.
  4. Membuat Pertanyaan (Questioning). Siswa diminta untuk secara aktif menyusun pertanyaan berdasarkan informasi yang mereka dapatkan. Pertanyaan tersebut dapat berupa pertanyaan tersurat maupun tersirat. Apabila siswa mampu menguasai tahap ini, maka siswa telah menunjukkan penguasaan bacaan secara mendalam.
  5. Menyimpulkan (Inferring). Siswa diarahkan untuk membuat kesimpulan berdasarkan bacaan. Dalam hal ini, siswa mampu menemukan informasi tersirat dalam bacaan. Guru dapat membantu siswa dengan memberikan kata kunci atau petunjuk maupun pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, serta memberikan alasan untuk menguatkan opini.
  6. Menentukan Unsur Penting Bacaan (Determine Importance). Siswa berlatih untuk menganalisa struktur bahasa, ejaan, pilihan kata atau diksi, kohesi dan koherensi isi bacaan. Dalam hal ini siswa juga bisa berlatih menilai apakah suatu bacaan memiliki mutu yang baik sesuai jenisnya serta ditulis dengan benar oleh pengarangnya.
  7. Mengintegrasikan (Synthesizing). Siswa diarahkan untuk secara mandiri mampu mengintegrasikan informasi yang sudah diperoleh. Hal ini bisa dikembangkan dengan menggunakan peta konsep, bagan alur, presentasi, role play, storytelling, maupun infografik.
Tes Naratif

Langkah-langkah kegiatan membaca di atas merupakan acuan guru dalam merancang dan mengembangkan kegiatan pembelajaran di kelas. Bacaan yang diberikan guru untuk dibaca siswa di rumah akan menjadi background knowledge siswa dalam mempelajari materi yang akan dibahas di sekolah. Background knowledge akan memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Sesuai dengan teori meaningful learning, suatu informasi akan tersimpan di memori siswa lebih lama jika ia mampu menghubungkan background knowledge dengan informasi baru. Setelah siswa memiliki background knowledge, guru dapat melanjutkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan langkah selanjutnya, yaitu Visualizing, Connecting, Questioning, Inferring, Determining Importance, dan Synthesizing.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut di atas, siswa akan terlatih untuk memahami bacaan secara mendalam serta mencari inti sari informasi, baik dari bacaan fiksi maupun non-fiksi. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa juga akan berkembang. Dalam hal ini, kegiatan membaca bukan hanya sekedar mengenali huruf per huruf, melainkan meningkatkan kemandirian siswa dalam belajar menjadi Independent Learner. 

Aplikasi Rancangan Kegiatan dalam Bentuk Soal.

Untuk lebih memahami rancangan kegiatan, kami menyiapkan contoh soal yang bisa digunakan untuk memperkuat pemahaman bacaan. Cara mengerjakan soal ini selaras dengan proses berjalannya design thinking. Semua contoh dalam file PDF dibawah ini.

***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s