Menggunakan Infografis sebagai solusi. (4)

Pada fase ideate, ada 3 solusi yang ditawarkan untuk memecahkan masalah kebosanan dalam pengajaran sejarah pahlwan, yaitu melalui permainan, melalui video, dan penggunaan infografis. Setelah meneliti kelebihan dan kekurangan masing-masing solusi yang dirancang, Infografis menjadi pilihan dan diprediksikan akan menjadi solusi terbaik. Supaya kita bisa melihat bagaimana penerapan infografis dalam pengajaran sejarah pahlawan, maka perlu dibuat Prototype. Ini adalah fase ke empat design thinking.

Membuat infografis yang sekedar ada gambar dan teks, amatlah mudah dilakukan. Namun membuat infografis yang berkualitas memerlukan banyak referensi diantaranya penguasaan Bloom Taksonomi. Kita harus mampu memaparkan ide-ide dari hal yang paling mendasar ke hal yang komplek. Tujuan infografis dibuat supaya info lebih cepat dimengerti dan dipahami dengan cepat. Dengan kata lain infografis harus tepat sasaran, menarik dan mampu mencapai target pembelajaran yang diinginkan.  

Dalam pembuatan sebuah infografis, diperlukan langkah-langkah yang tepat dan rapi. 

  1. Langkah pertama menentukan topik yang akan dipaparkan. Topik infografis yang tepat akan mempermudah dan menjadi acuan supaya yang dibahas tidak keluar dari jalur. 
  2. Langkah kedua, menentukan sasaran pembaca. Sasaran pembaca penting diketahui dan diperhatikan. Hal ini akan berkaitan dengan penggunaan bahasa dan visual yang akan dibuat. 
  3. Langkah ketiga, mengumpulkan data yang tepat, akurat dan sesuai kebutuhan. Pengumpulan data sebanyak-banyaknya pun sangat dianjurkan karena makin banyak data yang kita miliki, infografis akan makin kaya dan terpercaya. Akurasi harus dijunjung tinggi karena prinsip infografis adalah memaparkan akurasi sebuah info. Sebagai contoh, untuk mendapatkan data sejarah pahlawan, dapat dilakukan melalui buku-buku pelajaran sejarah, biografi tentang pahlawan, Wikipedia atupun informasi dari internet. Tak hanya itu, pengumpulan data pun juga dapat dilakukan dengan melakukan wawancara kepada orang yang ahli dalam sejarah, misalnya guru sejarah, sejarahwan, atau pelaku sejarah.
  4. Langkah keempat adalah merangkai data-data tersebut agar ringkas dan mudah dipahami. Dalam tahap ini, diksi dan penggunaan bahasa yang tepat bagi pembaca harus benar-benar diperhatikan dan diperhitungkan.
  5. Langkah kelima adalah memasukkan data yang didapatkan dari tahap pengumpulan data. Informasi yang akan dimasukkan ke infografis harus singkat, padat, dan langsung merujuk pada topik.pembahasan.

Dalam membuat infografis sebagai media pembelajaran, headline yang menarik dibutuhkan untuk menarik perhatian pembaca. Headline merupakan teks yang menunjukkan sifat dari artikel di bawahnya. Dilansir dari situs Google pahlevi.net menulikan tentang “5 Cara Membuat Headline Menarik Dalam Copywriting”. 

Dalam tulisan tersebut disebutkan caram embuat headline  yang menarik tidak boleh keluar dari topik pembahasan. Untuk memperoleh headline atau judul yang menarik kita dapat menggunakan rumus 4U (Unique, ultra specific, urgency, useful). Unique,  artinya membuat headline  yang unik, berarti membuat headline  yang berbeda dengan yang lainnya. Dengan membuat sesuatu yang berbeda akan membuat headline menarik bagi pembaca. Ultra specific, artinya headline harus spesifik. Dengan headline yang spesifik akan membantu pembaca memperoleh informasi yang dibutuhkan. Selain itu, pembaca bisa mendapatkan gambaran dan kejelasan tentang isi infografis tersebut. Urgency, artinya headline mampu memberikan rasa urgensi supaya bisa mendapatkan respon yang cepat dari pembacanya. Secara psikologis rasa urgensi akan memancing rasa keingintahuan pembaca sehingga pembaca kemudian memutuskan untuk membaca tulisan pada infografis tersebut. Useful, artinya memberikan informasi yang bermanfaat sehingga pembaca dapat dengan praktis mendapatkan informasi dan maanfaat bagi dirinya. Untuk membuat infografis yang baik dan menarik, kita bisa memilih template yang sudah disediakan dibeberapa situs online, atau mencipaktakan sendiri sesuai selera. Desain yang menarik akan membuat pembaca lebih tertarik untuk membaca infografis tersebut. Selain itu dengan desain yang menarik pembaca akan lebih mudah untuk mengingat informasi yang tertera. Dalam membuat desain menarik, kita bisa menggunakan bantuan aplikasi yang menyediakan template, seperti aplikasi Canva. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s