Category: Group7/TTC2

Memahami English Competency Test dengan Design Thinking (1)

Artikel Belajar Proses Design Thinking

Seiring dengan meningkatnya kemajuan zaman yang semakin terbuka di setiap aspek kehidupan serta interdependensi antarnegara di seluruh dunia, bahasa Inggris bukan lagi bahasa negara-negara dimana bahasa tersebut digunakan sebagai bahasa pertama (English as the First Language) seperti misalnya Amerika Serikat, Selandia Baru dan Inggris Raya tetapi juga merupakan bahasa di banyak negara di dunia dalam posisinya sebagai lingua franca (bahasa pengantar) global.

Continue reading “Memahami English Competency Test dengan Design Thinking (1)”

Masalah Muncul, Masalah Dirumuskan (2)

Artikel Belajar Proses Design Thinking

Merujuk pada hasil observasi dan wawancara serta empathy map yang diperoleh dalam fase empathy, maka kami masuk ke fase kedua dalam design thinking yaitu define. Dalam fase define, desainer merumuskan defined problem statement (DPS) dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna (guru dan siswa). Dalam hal ini, kami merumuskan DPS sebagai berikut: “siswa membutuhkan suatu kegiatan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan dalam memahami bacaan sebagai sarana mempersiapkan siswa untuk mencapai target English Competency Test (ECT).”

Continue reading “Masalah Muncul, Masalah Dirumuskan (2)”

Eksplorasi Ide (3)

Artikel Belajar Proses Design Thinking

Setelah melewati fase empathy dan define, kini saatnya kami melangkah ke fase yang ketiga, yaitu ideate. Di dalam fase ini, kami selaku desainer akan menggunakan kemampuan untuk mencari ide-ide yang dapat menjadi solusi. Disinilah kreatifitas dan keterampilan kami ditantang untuk mewujudkan jalan keluar yang out of the box serta unik tapi tetap berpijak pada keselarasan rasa.

Continue reading “Eksplorasi Ide (3)”

Rancangan Model Kegiatan (4)

Artikel Belajar Proses Design Thinking

Dalam artikel sebelumnya, disebutkan bahwa kegiatan membaca adalah suatu pembiasaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan secara mendalam. Ketika siswa memiliki kemampuan ini, maka mereka tidak akan menemui kesulitan yang berarti saat dihadapkan pada tes tertulis, termasuk memahami instruksi dan pertanyaan yang diberikan. Selain itu, kemampuan menulis siswa pun juga akan berkembang seiring meningkatnya kemampuan dalam memahami bacaan. Berdasarkan Bloom’s Taxonomy, siswa perlu dilatih untuk memiliki konsep berpikir dari tingkat yang paling sederhana atau mudah menuju kompleks. Rancang kegiatan membaca untuk melatih konsep berpikir siswa dapat melalui langkah-langkah sebagai berikut: Continue reading “Rancangan Model Kegiatan (4)”