Category: Group5/TTCB3 Asteria

ASTERIA : What if everything you know about Progress Report is Wrong.

Dalam sebuah institusi pendidikan, report memiliki fungsi sebagai dokumen yang menjadi penghubung komunikasi baik antara sekolah dengan orangtua maupun dengan pihak-pihak lain yang ingin mengetahui tentang hasil belajar anak didik pada kurun waktu tertentu. Focus Independent School (FIS) merupakan institusi pendidikan yang memiliki program mulai dari level EYP (Early Years Program), Primary hingga Secondary. Bentuk report yang digunakan berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan anak didik di masing-masing level. Untuk level EYP, laporan yang diberikan kepada orang tua berupa montly report untuk level Baby Class, kemudian weekly report dan termly report untuk level Toddler, Nursery, Early Year 1 dan Early Year 2. Level primary memberikan pelaporan yang berbentuk monthly progress report dan termly report sedangkan untuk level secondary berupa termly report. Karena fungsinya yang penting, report harus komunikatif, informatif, dan memberikan gambaran secara menyeluruh tentang hasil belajar anak didik.[Report merupakan salah satu pertanggungjawaban sekolah yang berupa sekumpulan hasil penilaian yang dilakukan melalui pengukuran atau pengujian  tentang kemampuan yang telah dimiliki anak. Report yang baik harus mencakup informasi yang akurat tentang perkembangan atau hasil belajar anak yang didasarkan pada data-data yang valid. 

Continue reading “ASTERIA : What if everything you know about Progress Report is Wrong.”

ASTERIA: What is LAUNCH?

Berbicara tentang kreativitas, seringkali kreativitas dilihat sebagai luncuran ide-ide yang tidak beraturan, tidak berpola, dan tidak terarah yang seringkali muncul dari adanya masalah dan konflik di mana waktu, sumber daya dan informasi yang tersedia sangat terbatas. Tanpa adanya suatu kerangka kerja, ide-ide yang tertuang hanyalah menjadi sekumpulan ide yang berantakan. Pada dasarnya setiap orang memiliki kreativitas yang dapat memunculkan karya-karya yang unik dan berbeda satu dengan yang lain. Walaupun hasil karya kreativitas berbeda-beda namun kesemuanya memiliki benang merah yaitu pada proses. Kreativitas juga perlu dilatih dan diarahkan. Unleashing our inner creativity is like so many things we try; the more we practice the easier it gets (Tom and David Kelley-authors of Creative Confidence). Tidak ada orang yang sama sekali tidak memiliki kreativitas, dan yang diperlukan adalah bagaimana mengembangkan kreativitas tersebut. Dengan berulang kali menjalankan proses menuangkan kreativitas, seseorang akan semakin terasah kemampuannya.

Continue reading “ASTERIA: What is LAUNCH?”

ASTERIA: “Kata Alex Edmand tentang POST TRUTH dan Design Thinking”

Di era digital sekarang ini, masyarakat begitu banyak terekspos dengan cerita dan informasi yang dianggap sebagai data, tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenarannya. Cerita yang unik dan menyentuh perasaan dengan mudah diterima masyarakat dan dianggap sebagai sebuah fakta. Kisah Belle Gibson, pembuat aplikasi The Whole Pantry, yang menyatakan dirinya adalah seorang survivor kanker sempat viral dan menarik perhatian banyak orang. Kisah ini adalah contoh klasik dari bias konfirmasi yakni suatu kecenderungan untuk mencari bukti-bukti yang hanya mendukung pendapat atau kepercayaan seseorang namun mengabaikan bukti-bukti yang menyatakan sebaliknya. Kisah yang ternyata hanya karangan belaka itu begitu saja diterima masyarakat tanpa memeriksa kebenaran ceritanya.

***

Continue reading “ASTERIA: “Kata Alex Edmand tentang POST TRUTH dan Design Thinking””

ASTERIA: “Guru perlu paham proses design thinking dengan benar.”

Tantangan di era globalisasi saat ini menuntut dunia pendidikan mampu mempersiapkan anak didiknya siap terjun di masyarakat yang perkembangannya tidak lagi linier. Oleh karena itu, guru perlu membekali diri dengan ketrampilan yang tepat, yakni kemampuan untuk memecahkan masalah secara kreatif. Design Thinking merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas tersebut. Seringkali guru terjebak dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki untuk memecahkan masalah. Guru yang memiliki banyak pengalaman mengajar biasanya sudah memiliki pola tertentu untuk memecahkan masalah atau membuat rancangan. Pengalaman itu kemudian memunculkan habit yang selalu digunakan oleh guru berpengalaman untuk memecahkan masalah atau memprediksikan sesuatu. Meskipun pada beberapa situasi tertentu pengalaman yang dimiliki oleh experience teachers berguna, tetapi apabila guru (baik yang berpengalaman atau tidak) mengaplikasikan proses design thinking untuk menciptakan rancangan pembelajaran (solusi terbaik untuk murid-muridnya), hasil yang akan didapat akan lebih valid, inovatif, dan kreatif.

Continue reading “ASTERIA: “Guru perlu paham proses design thinking dengan benar.””