Category: Group4/TTCB3 Dazzling

DAZZLING: “LAUNCH CYCLE?” (2)

Untuk menghadapi abad ke 21, guru perlu mempersiapkan anak didik memiliki kerangka berfikir yang runtut. Kerangka berfikir runtut akan memudahkan mereka menjadi penemu, pencipta dan pemikir kreartif yang sangat dibutuhkan di masa yang akan datang. Sebagai langkah awal bisa dimulai dengan memperkenalkan cara berpikir design thinking. Namun cara memperkenalkannya haruslah disesuaikan dengan porsi dan bagaimana cara anak-anak menerima knowledge baru.

Continue reading “DAZZLING: “LAUNCH CYCLE?” (2)”

DAZZLING: “LAUNCH CYCLE” (1)

Kemajuan jaman semakin mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia. Teknologi, pendidikan, informasi dan komunikasi merupakan beberapa contoh dari sekian bidang yang mengalami perubahan, dan memunculkan masalah yang kompleks sebagai akibat dari perubahan tersebut. Sebagai contoh pada bidang pendidikan, guru harus dapat membimbing anak untuk menghadapi kemajuan jaman beserta tantangannya tersebut. Dengan semakin berkembangnya tantangan atau masalah yang dihadapi, design thinking menjadi salah satu metode yang dianggap sangat bagus untuk mengakomodasi serta menyiapkan anak dalam bereksplorasi dan berkreasi.

Continue reading “DAZZLING: “LAUNCH CYCLE” (1)”

DAZZLING : “Apakah kamu orang yang kreatif? Cepat jawab!!!!”

Hampir setiap hari kita melihat hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan. Hal-hal baru yang sekarang kita nikmati adalah hasil pemikiran cemerlang para inovator dalam menggunakan kreativitasnya.

Dalam design thinking seorang designer membantu user memcahkan masalahnya. Tak bisa dipungkiri kreativitas designer sangat vital dibutuhkan dalam memproses masalah yang dimiliki user hingga mendapatkan solusi terbaik. Semakin kreatif seorang designer, semakin baik solusi yang dihasilkan. Menurut KBBI, definisi kreatif adalah memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan.

Continue reading “DAZZLING : “Apakah kamu orang yang kreatif? Cepat jawab!!!!””

Dazzling : “Post Truth, Fact Checking, dan Bayesian Inference”

Hadirnya beragam informasi membuat masyarakat menjadi lebih riskan dalam memperoleh informasi yang salah atau hoax. Fakta ini mendukung berkembangnya post-truth. Dalam era post truth, keyakinan pribadi memiliki kekuatan yang lebih besar dibadingkan dengan logika dan fakta. Dramatisasi pesan jauh lebih penting daripada isi pesan atau informasi itu sendiri. Berkembangnya post-truth membuat informasi yang didapatkan oleh seseorang harus dicek kembali kebenarannya karena tidak semua informasi benar adanya. Melakukan fact-checking atau pemeriksaan terhadap suatu fakta untuk mencari kebenaran dari informasi yang diterima adalah hal yang harus dilakukan oleh semua orang supaya terhindar dari post-truth.

Continue reading “Dazzling : “Post Truth, Fact Checking, dan Bayesian Inference””

Dazzling: “Relevansi data sangatlah penting karena berpengaruh pada strategi membuat solusi.”

Setiap orang pernah memiliki masalah, bergaul dengan masalah dan hidup dengan masalah. Masalah bukan hal yang harus dihindari namun harus dipecahkan atau diselesaikan. Masalah muncul dalam berbagai bentuk. Bisa sederhana, bisa komplek. Mau tidak mau, suka tidak suka, masalah harus diselesaikan dengan solusi yang tepat dan efektif. Salah satu cara menyelesaikan masalah adalah dengan design thinking. Design thinking dalam arti luas bisa merupakan cara berpikir yang runtut, rapi, dimulai dari hal yang parsial hingga menjadi kompleks. Setelah hal kompleks tersebut dirumuskan, kemudian di break down into pieces hingga memunculkan solusi yang baru yang membuat hal kompleks tadi menjadi sederhana. Cara berpikir design thinking akan sangat dibutuhkan pada saat ini terutama pada masa yang akan datang. Meskipun tidak mudah, tetapi harus mulai dibiasakan berpikir secara design thinking.

Continue reading “Dazzling: “Relevansi data sangatlah penting karena berpengaruh pada strategi membuat solusi.””