Category: Group4/TTC2

Mungkinkah Belajar Sejarah dengan pendekatan Design Thinking? (2)

Dalam setiap proses pembelajaran selalu ada empat kegiatan utama yang harus dilaksanakan dengan lengkap, yaitu pencarian informasi, pemahaman informasi, penggunaan informasi dan pemanfaatan informasi. Apabila 4 kegiatan tersebut tidak lengkap maka akan terjadi masalah serius pada hasil pembelajaran. Mencermati permasalahan yang terjadi pada pengajaran sejarah yang monoton, bisa saja hal ini terjadi. Bahwa hanya ada satu atau dua kegiatan pembelajaran saja yang dilakukan di kelas. Marilah kita membayangkan andaikata pembelajaran sejarah (khususnya materi sejarah pahlawan) hanya berfokus pada pemahaman informasi saja? Lalu apa yang terjadi bila proses pembelajaran sejarah dilakukan secara komplit? Mungkinkah memecahkan masalah pengajaran sejarah pahlawan yang monoton dengan design thinking? Continue reading “Mungkinkah Belajar Sejarah dengan pendekatan Design Thinking? (2)”

Fase Ideate dalam Design Thinking (3)

Meskipun design thinking bisa digunakan untuk berbagai bidang, namun design thinking in the classroom memiliki standar yang berbeda dengan design thinking untuk industri. Design Thinking untuk pendidikan memililiki standar yang disebut DTS (Design Thinking Standard), yang dibuat oleh David Lie. Namanya saja design thinking standard, maka guru harus memenuhi standard yang sudah ditetapkan dalam DTS. DTS meliputi 3 hal, yaitu design practice, core design ideas, dan design mindset.

Continue reading “Fase Ideate dalam Design Thinking (3)”

Menggunakan Infografis sebagai solusi. (4)

Pada fase ideate, ada 3 solusi yang ditawarkan untuk memecahkan masalah kebosanan dalam pengajaran sejarah pahlwan, yaitu melalui permainan, melalui video, dan penggunaan infografis. Setelah meneliti kelebihan dan kekurangan masing-masing solusi yang dirancang, Infografis menjadi pilihan dan diprediksikan akan menjadi solusi terbaik. Supaya kita bisa melihat bagaimana penerapan infografis dalam pengajaran sejarah pahlawan, maka perlu dibuat Prototype. Ini adalah fase ke empat design thinking. Continue reading “Menggunakan Infografis sebagai solusi. (4)”

Lima Syarat Membuat Infografis (5)

Infografis adalah penggambaran data yang awalnya kompleks  menjadi bentuk yang lebih sederhana dan lebih mudah dipahami oleh pembaca. Jika kita telah mengumpulkan data, termasuk data statistik, kita perlu membuat infografik untuk menyampaikan pesan agar pembaca lebih mudah memahami suatu fakta yang panjang menjadi lebih ringkas dan mudah dipahami. Infografis dapat membantu menjelaskan cerita yang membosankan apabila hanya dijelaskan melalui kata-kata dan melalui foto. Penggunaan infografis dapat diaplikasikan dalam presentasi, laporan tahunan, konten penelitian, blog, dan proses pembelajaran. Hal ini akan membuat orang tertarik karena infografis menjelaskan sebuah cerita menggunakan elemen visual yang dapat membuat sebuah informasi mudah diserap dan dipahami.

Continue reading “Lima Syarat Membuat Infografis (5)”

Contoh Pembuatan Infografis Pengajaran Sejarah Pahlawan Supaya Tidak Monoton (6)

Sebelum kita mulai membuat Infografis Pengajaran Sejarah Supaya tidak monoton, ada beberapa hal yang harus kita ingat terlebih dahulu.

  1. Ada persamaan proses cara berpikir antara membuat Infografis dan proses Design Thinking. Keduanya menggunakan cara berpikir sintesa.
  2. Dalam dunia pendidikan, proses design thinking harus memenuhi standar DTS (Design Thinking Standard), yaitu design practice, core design ideas, dan design mindset.
  3. Infografis harus memenuhi 4 kegiatan utama dalam pembelajaran yaitu mencari informasi, memahami informasi, menggunakan informasi dan memanfaatkan informasi.
  4. Melakukan 5 langkah dalam pembuatan infografis.

Cara Membuat Infografis Pengajaran Sejarah Pahlawan Continue reading “Contoh Pembuatan Infografis Pengajaran Sejarah Pahlawan Supaya Tidak Monoton (6)”