Category: Group3/TTC2

Penting Memperkenalkan Design Thinking pada Anak Usia 6 – 8 Tahun. (1)

Design Thinking for Kids

Kita dapat merasakan akhir-akhir ini zaman telah banyak berubah. Perubahannya sangat cepat dan dinamis sehingga mengubah kehidupan manusia. Berubahnya jaman tentunya diikuti oleh perubahan di berbagai bidang termasuk keahlian kita dalam memecahkan masalah. Keahlian memecahkan masalah ini akan kita gunakan sebagai persiapan menghadapi abad 21. Prediksinya, masalah yang muncul akan makin kompleks, rumit, dan bisa jadi sangat sulit dipecahkan. Oleh sebab itu, kita harus memiliki cara yang paling potensial supaya masalah bisa pecah dan menghasilkan solusi terbaik. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode design thinking.

Continue reading “Penting Memperkenalkan Design Thinking pada Anak Usia 6 – 8 Tahun. (1)”

Mungkinkah Memperkenalkan Design Thinking Melalui Kegiatan Drama, Olahraga dan Arts? (2)

Design Thinking for Kids

Ada hubungan memikat antara perkembangan kognitif anak dengan cara memperkenalkan konsep design thinking pada anak-anak, khususnya usia 6-8 tahun. Anak-anak pada usia ini memiliki imajinasi yang sudah berkembang baik, memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik, dan memiliki perkembangan gross motorik yang maju. Dengan demikian, apabila digunakan cara memperkenalkan konsep design thinking melalui kegiatan drama (mewakili perkembangan bahasa), kegiatan arts (mewakili perkembangan imajinasi), dan kegiatan olahraga (mewakili perkembangan gross motorik) kemungkinannya besar. Untuk menguji kemungkinan ini, akan digunakan metode design thinking. Nantinya akan ada 5 fase yang harus dijalani, yaitu empathize, define, ideate, prototype dan test. Continue reading “Mungkinkah Memperkenalkan Design Thinking Melalui Kegiatan Drama, Olahraga dan Arts? (2)”

Cara Memperkenalkan Design Thinking pada Anak Usia 6-8 Tahun. (3)

Design Thinking for Kids

Perlu diingat kembali bahwa “cara memperkenalkan” lima fase design thinking pada anak menjadi kunci keberhasilan perkenalan itu. Menindaklanjuti rancangan empathy map dan DTS (Design Thinking Standard) pada artikel sebelumnya, perlu dikemukakan bahwa pengambilan data pembuatan empathy map melewati langkah-langkah sebagai berikut, Continue reading “Cara Memperkenalkan Design Thinking pada Anak Usia 6-8 Tahun. (3)”

6 Langkah Membuat Kegiatan Drama, Olahraga dan Arts untuk Mengenalkan Design Thinking di sekolah. (4)

Design Thinking for Kids

Peran guru dalam memperkenalkan design thinking pada anak-anak usia 6-8 tahun sangatlah vital. Keberhasilan “perkenalan design thinking” itu sangat tergantung pada pemahaman guru tentang design thinking dan design thinking standard. Kemampuan guru dalam menentukan tujuan pembelajaran (DTS) haruslah tepat. Guru disarankan melakukan fase empathize terlebih dahulu di kelas (terhadap sasaran murid ) supaya DTS tidak meleset. Secara garis besar ada 2 kegiatan utama yang harus dilakukan oleh guru untuk mengenalkan design thinking pada anak melalui kegiatan drama, olahraga dan arts. Pertama merampungkan kegiatan proses design thinking, kedua menyelesaikan kegiatan Design Thinking Standard (DTS). Keduanya tidak bisa dipisahkan dan saling mengikat.

Continue reading “6 Langkah Membuat Kegiatan Drama, Olahraga dan Arts untuk Mengenalkan Design Thinking di sekolah. (4)”

Contoh Aplikasi 6 Langkah Mengenalkan Design Thinking Melalui Kegiatan Drama (5)

Design Thinking for Kids

Contoh Aplikasi  6 Langkah Memperkenalkan Design Thinking melalui Kegiatan Drama. (Lihat PDF)

“PERTANDINGAN YANG HEBAT”

Pagi ini hari sangat cerah. Coach Nugroho memasuki ruang kelas 3 Nusantara Primary School. Coach Nugroho mengumumkan akan ada pertandingan basket antar sekolah sekota Surakarta. Coach Nugroho memilih beberapa anak untuk menjadi tim inti pada pertandingan tersebut. Anak-anak yang dipilih adalah Bambang, Seno, Narji, Willy, Butet, dan Bima. Anak-anak tampak begitu bersemangat mendapat kesempatan untuk mengharumkan nama sekolah mereka. Sejak diumumkannya pertandingan tersebut, anak-anak berlatih setiap hari dengan Coach Nugroho sepulang sekolah. Coach Nugroho memulai dengan latihan dasar seperti dribble, passing, shooting. Anak-anak juga dibekali strategi permainan. 

Continue reading “Contoh Aplikasi 6 Langkah Mengenalkan Design Thinking Melalui Kegiatan Drama (5)”