Category: Group1/TTCB3 B+

B+ : “LAUNCH PROCESS”

Menurut John Spencer, kreativitas tidak selalu datang “outside the box”, melainkan bisa saja sebliknya. Berpikir “inside the box” berarti kita fokus pada sumber daya yang tersedia saat menghadapi peluang atau tantangan. Berpikir inside the box tidak hanya memaksimalkan potensi kita saat ini, tetapi bagaimana kita menproses ide-ide sehingga ide-ide tersebut menjadi lebih kuat serta bisa diukur. Dalam artikel ini, akan dibahas bagaimana cara guru menggunakan LAUNCH di kelas.

Continue reading “B+ : “LAUNCH PROCESS””

B+ : “LAUNCH by John Spencer”.

Jika kita mendengar kata kreativitas, hal apakah yang pertama kali muncul dibenak kita? Apakah kita memikirkan tentang pelukis, seniman, musisi, aktris ataupun pelaku seni lainya? Jika iya, maka kita belum memahami makna dari kreativitas itu sendiri. Seringkali kita terjebak antara makna kreativitas dengan jenis–jenis manusia kreatif. Lalu apakah itu kreativitas? Menurut KBBI, kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta. Selain itu, disebutkan juga bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan dalam menciptakan hal-hal baru. Dari dua definisi tersebut, dapat digaris bawahi adanya kata “menciptakan”. Ya, memang kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu hal, baik dalam bentuk karya nyata maupun ide atau gagasan.

Continue reading “B+ : “LAUNCH by John Spencer”.”

B+ : “Fakta, opini, data, dan rival theory.”

Fase pertama dalam Design Thinking merupakan tahapan yang krusial karena designer dituntut untuk mendapatkan data yang valid dan benar. Selain itu, designer perlu menghindari asumsi-asumsi dan keyakinan pribadi designer dalam proses pencarian data. Disisi lain, ada kendala yang mungkin ditemui oleh designer saat proses pencarian data. Salah satunya yaitu designer terjebak dalam keadaan Post Truth.

Continue reading “B+ : “Fakta, opini, data, dan rival theory.””

B+ : “Proses adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan terus menerus hingga mencapai tujuan.”

Seiring dengan perkembangan jaman, permasalahan yang muncul semakin kompleks. Untuk menyikapi hal ini, diperlukan cara kreatif dan inovatif supaya masalah bisa dipecahkan dengan solusi terbaik. Salah satu cara memecahkan masalah yang saat ini sedang hits dikalangan dunia bisnis dan industri adalah dengan design thinking. Booming memecahkan masalah dengan design thinking kemudian merambah ke dunia pendidikan. Apakah design thinking itu? Secara umum design thinking adalah sebuah metode untuk melakukan proses perancangan. Design thinking merupakan metode menyelesaikan masalah yang berfokus pada pengguna atau user. Untuk dapat merancang solusi terbaik tentunya dibutuhkan metode yang akan menjadi arahan dalam proses pembuatan dan perancangan. Ada 5 fase dalam design thinking, yaitu, empathize, define, ideate, protothype dan test. Lima fase ini akan diproses hingga mencapai tujuan terakhir, yaitu menghasilkan solusi yang dibutuhkan oleh user.

Continue reading “B+ : “Proses adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan terus menerus hingga mencapai tujuan.””