IMAJINASI: “Confirmation Bias.”

Kemudahan dalam mendapatkan informasi membuat kita harus berhati-hati dalam menerima, memilih dan menyaring informasi yang kita dapatkan. Semua informasi yang kita dapat tidak boleh diterima mentah-mentah dan dianggap sebagai satu-satunya fakta, karena bisa jadi itu sebuah kebohongan. Kita harus memastikan fakta tersebut di dukung oleh data–data yang kuat dan akurat.

Alex Edmans menyatakan bahwa sebuah informasi bukanlah sebuah fakta, karena bisa saja itu bukanlah sebuah kebenaran. Fakta bukanlah data, karena mungkin saja itu tidak bisa mewakili sebuah teori tertentu. Dan data bukanlah bukti bila data tidak konsisten dengan teori pembandingnya.  Oleh sebab itu, kita perlu meyakinkan diri kita apakah data yang didapat itu diperoleh dari sumber informasi yang benar. Jika kita tidak mengkonfirmasi informasi yang didapat, maka akan terjadi bias konfirmasi.

Bias konfirmasi terjadi saat kita melakukan pengolahan data tanpa sikap kritis. Hanya berdasar keyakinan subyektif dan cenderung emosional. Karena emosional maka logika dinomorduakan. Sebagai guru, jika hal ini dilakukan akan sangat berbahaya. Meyakini informasi yang didapat begitu saja sebagai bukti tanpa konfirmasi dan pembuktian lanjutan akan salah dalam menyimpulkan permasalahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s