Cara Mudah Mengetahui Anak Mengerti Dongeng Design Thinking. (4)

Cara mengetahui apakah anak sudah mengerti Dongeng Design Thinking sangatlah mudah dan tidak berbelit-belit. Cara ini bisa digunakan baik di rumah maupun di sekolah. Dalam kesempatan ini, akan digunakan cara sekolah mengukur tingkat pemahaman anak terhadap materi design thinking yang disampaikan. Perlu diingat kembali dalam design thinking in the classroom diperlukan DTS (Design Thinking Standard). DTS adalah alat untuk mengukur sukses kriteria. DTS terdiri dari 3 yaitu skill, pemahaman dan attitude. Melalui 3 komponen itu kita bisa merancang beberapa pertanyaan yang mengarah pada 3 komponen DTS. 

Model pertanyaan tidak perlu rumit. Buatlah pertanyaan sederhana yang hanya menyentuh permukaan (surface question). Mengapa hanya fokus pada surface question? Hal ini disebabkan karena kita hanya memasukkan konsep remembering. Dongeng design thinking memang dirancang hanya untuk mengenalkan tindakan design thinking dan supaya anak-anak mengingat nama fase saja. Apabila dibutuhkan bolehlah dibikin pertanyaan yang satu tingkat lebih tinggi yaitu pemahaman (understanding). Namun hal ini jangan terburu-buru dilakukan hingga anak-anak mampu mengingat nama fase dan kejadian apa yang terjadi pada fase tersebut. 

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan yang memungkinkan untuk diaplikasikan: 

Fase Empathize

  1. Apa yang dilakukan oleh Sir Peek A Boo? 
  2. Informasi apa yang diperoleh? 
  3. Kira-kira fase apa yang dilakukan oleh Sir Peek A Boo? 
  4. Benarkah kalau mengumpulkan dan mencatat data-data disebut fase empathize? Cobalah mengingat-ingat kembali. 

 Fase Define:

  1. Setelah mendapatkan informasi atau data-data. Apa yang dilakukan oleh Lady Ave?
  2. Ingatkah kamu? Keahlian apa yang dimiliki oleh Lady Ave?

Fase Ideate 

  1. Apakah kamu bisa menemukan ada berapa solusi yang dirancang oleh Senorita Tinkerbeth?
  2. Solusi apa yang dipilih oleh tokoh utama? 
  3. Mengapa tokoh utama memilih solusi itu? Kamu tahu tidak alasannya? Kalau tahu sebutkan. Kalau tidak tahu tidak apa-apa. 
  4. Ingat-ingat lagi. Saat Senorita Tinkerbeth mencari banyak solusi apakah benar dia sedang memasuki fase ideate?

Fase Prototype:

  1. Apakah kamu masih ingat solusi yang dipilih? Namanya apa? 
  2. Coba ceritakan alat apa yang dibuat oleh Doctor Bombastic? 
  3. Ingatkah kamu Bombastic sedang memasuki fase apa? Berkah saat kita membuat alat-alat disebut fase prototype? Coba baca kembali ceritanya supaya kamu ingat.

Fase test:

  1. Setelah alat berhasil diciptakan, apakah alat tersebut bisa dipakai? 
  2. Kamu masih ingat tidak bagaimana alat itu berfungsi? 
  3. Menurutmu, apa tugas Madam Esme?
  4. Mengapa Madam Esme harus mengetes alat-alatnya?
  5. Benarkah bahwa alat yang diciptakan harus bisa bekerja dengan baik dan diterima oleh tokoh utama yang membutuhkan solusi?

Dengan demikian, apabila anak berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik, maka anak mengetahui ini dan mengenal fase-fase dalam design thinking. ***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s