Mendongenglah, Niscaya Perkembangan Bahasa Anak Semakin Baik.(1)

Dongeng memang terkesan sederhana, namun dongeng memiliki kekuatan yang luar biasa. Anak-anak menyukai dongeng bukan karena cerita yang mereka khayalkan, melainkan karena adegan-adegan yang membuat mereka merasa takut, sedih, marah, senang, yang pada akhirnya selalu berakhir dengan happy ending. Dongeng adalah suatu cerita fantasi sederhana yang tidak benar-benar terjadi, yang berfungsi untuk menyampaikan satu ujaran moral (mendidik) yang sifatnya menghibur. (Agus Triyanto:2007).

Dongeng memiliki banyak manfaat, diantaranya memberikan kesenangan atau hiburan, mengembangkan wawasan, mengembangkan imajinasi, melatih kemampuan berbicara, serta memperkuat kemampuan sosialisasi anak. Menurut Laura Numeroff mendongeng adalah salah satu metode dalam pendidikan anak. Dengan membacakan cerita atau mendongeng selama 10 menit saja, tingkat kecerdasan anak dalam membaca dan menulis kreatif akan naik secara signifikan. (Danandjaja:2007).

Mendongeng bukanlah hal yang mudah tetapi juga bukan hal yang sulit. Mendongeng yang baik apabila kita dapat menyampaikan isi cerita yang mudah dipahami oleh anak-anak. Enny Zubaidah Dosen PGSD FIP UNY menjelaskan tentang teknik mendongeng yang baik. Pertama, menyiapkan cerita yang menarik. Cerita harus sesuai dengan usia anak yang akan mendengarkan dongeng. Kedua, tata bahasa dan isi cerita harus sesuai. Ketiga, ekspresi, lafal, intonasi, gerak-gerik, serta emosi yang tepat harus diperhatikan agar interaksi antara pendongeng dan anak yang mendengarkan terjalin dengan baik. Keempat, menggunakan gambar untuk visualisasi anak.

Teori perkembangan kognifif anak Piaget mengatakan anak usia 8-12 tahun tergolong dalam tahap operasional konkrit dimana perkembangan bahasa makin baik. Di tahap ini terdapat beberapa ciri- ciri penting misalnya mampu berpikir logis, mampu berpikir konkret, mampu mengobervasi lebih dari satu dimensi benda, tidak egosentris dan dapat berpikir abstrak. Kemampuan berfikir abstrak ini tentunya merupakan salah satu fase penting karena anak sudah mampu menggunakan imajinasi untuk menginterpretasi sebuah informasi. Pada tahap ini, perkembangan bahasa berkembang pesat.

Proses penguasaan bahasa setiap anak berlangsung dinamis dan melalui beberapa tahapan. Perkembangan bahasa sejalan dengan proses berbicara dan komunikasi dengan lingkungan sekitar. Yang pasti, perkembangan bahasa selalu meningkat sesuai dengan bertambahnya usia anak. Melalui bahasa, anak dapat mengekpresikan pikirannya, sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Perkembangan bahasa anak dilakukan dengan pemahaman kata-kata, ajaran dan tulisan. Kata- kata, ajaran dan tulisan sering kita jumpai ketika kita membaca dongeng atau mendengarkan dongeng. Dengan memperkenalkan dongeng pada anak sejak dini, sama artinya menstimulasi perkembangan bahasa pada anak sekaligus menanamkan karakter baik. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s