Story Problems & Design Thinking for Kids (3)

Design Thinking perlu diperkenalkan pada anak-anak usia 8 -12 tahun sebagai aplikasi dari stimulasi problem solving yang dianjurkan oleh Piaget. Hasil akhir dari design thinking adalah menemukan solusi suatu permasalahan. Hal ini selaras dengan problem solving dimana masalah harus diselesaikan. Proses design thinking dilakukan secara bertahap, runtut dan berulang. Pola bertahap, runtut dan berulang akan melatih anak memiliki cara berpikir sistematis. Cara berpikir sistematis sangat diperlukan anak-anak untuk menghadapi kehidupan abad 21.

Terinsipirasi dari The City X Project, Group Supernova membuat story problems yang didalamnya bermuatan konsep dan proses design thinking. Seperti penjelasan pada artikel sebelumnya, salah satu cara untuk memperkenalkan dan menanamkan sebuah konsep dapat dilakukan melalui cerita atau story problems.

Group Supernova menciptakan sebuah kota imajinasi yang diberi nama Kota Messiville. Kota Messiville terletak di luar planet bumi yang dihuni oleh 40 orang penduduk dengan jenis kelamin dan karakter yang berbeda. Kondisi Kota Messiville yang awalnya aman, tenteram, dan sejahtera, tiba-tiba menjadi penuh kekacauan karena kemudahan-kemudahan serta kebiasaan penduduk yang kelewat enak. Tanpa usaha keras, semua keinginan bisa tercapai dengan mudah. Perilaku aneh dan berlebihan penduduk Kota Messiville menambah panjang daftar kekacauan yang terjadi di kota tersebut.

Meskipun masalah bertaburan, penduduk Kota Messiville tidak memiliki keinginan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul. Bahkan pimpinan kota yang bernama Sulthanos pun tidak memiliki keinginan untuk menuntaskan masalah di Kota Messiville. Meskipun demikian, Sulthanos tahu bahwa permasalahan yang terjadi di Kota Messiville terbagi menjadi 8, yaitu komunikasi, transportasi, kesehatan, gizi, energi, lingkungan, keamanan, dan pendidikan. Melihat kekacauan yang makin lama makin mencekam, Agen G5S yang memiliki keahlian di bidang design thinking datang ke Kota Messiville untuk membantu menyelesaikan masalah. Agen G5S terdiri dari 4 anggota, yaitu SuperAbet, SuperArda, SuperIndri dan SuperMarcel. Agen G5S akan menggunakan keahliannya memecahkan masalah dengan prosedur design thinking. Kedelapan masalah yang muncul akan diproses satu persatu mulai dari empathize, define, ideate, prototype hingga test. Agen G5S yakin semua masalah bisa diselesaikan dengan solusi terbaik. ***

To be continued pada artikel KOTA MESSIVILLE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s