KOTA MESSIVILLE (4)

KOTA MESSIVILLE

Kota Messiville terletak di luar planet bumi yang dihuni oleh 40 orang penduduk dengan jenis kelamin dan karakter yang berbeda. Kondisi Kota Messiville yang awalnya aman, tenteram, dan sejahtera, tiba-tiba menjadi penuh kekacauan karena kemudahan-kemudahan serta kebiasaan penduduk yang kelewat enak. Selain itu, perbedaan karakter dan sifat aneh-aneh penduduk Kota Messiville menambah panjang daftar kekacauan yang terjadi di kota tersebut. Seluruh penduduk Kota Messiville tidak memiliki keinginan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul. Bahkan pimpinan kota yang bernama Sulthanos pun tidak memiliki keinginan untuk menuntaskan masalah di Kota Messiville. Meskipun demikian, Sulthanos tahu bahwa permasalahan yang terjadi di Kota Messiville terbagi menjadi 8 area kerja, yaitu komunikasi, transportasi, kesehatan, gizi, energi, lingkungan, keamanan, dan pendidikan. Melihat kekacauan yang makin lama makin mencekam, membuat Agen G5S yang memiliki keahlian di bidang design thinking datang ke Kota Messiville untuk membantu menyelesaikan masalah.

AGEN G5S

 

40 PENDUDUK KOTA MESSIVILLE

 

 

KARAKTER PENDUDUK KOTA MESSIVILLE

  1. Aiko. Seorang gadis bersuara cempreng dan pemalu. Dia memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik.
  2. Bjorki. Pemuda yang bercita-cita menjadi polisi, akan tetapi tidak pernah melakukan apapun untuk mewujudkan cita-citanya dan sangat pemalas
  3. Pay. Seorang perawat di sebuah rumah sakit yang suka membantu dan hobi makan makanan yang manis.
  4. Raiso. Seorang penyanyi yang ingin menjadi terkenal, akan tetapi dia membutuhkan banyak motivasi.
  5. Chiro. Gadis lugu dengan penampilan nyentrik dan kurang modis.
  6. Nambertu. Seorang pemuda dengan sikapnya yang sok trendy, kurang sopan, dan semaunya sendiri.
  7. Salahlima. Seorang pedagang ikan yang memiliki sifat teliti, sangat perhitungan. Dia sedang mengalami kegalauan karena laut tempatnya mencari ikan tercemar limbah.
  8. Metsi. Seorang guru muda, baik hati, dan tidak tahu harus berbuat apa karena semua muridnya tidak menghiraukan aturan.
  9. Damagot. Seorang atlet yang kurang memperhatikan pola makannya karena terlalu banyak mengonsumsi sayuran hijau.
  10. Rebik. Adik si atlet yang memiliki sifat cengeng, ia memiliki penyakit asma.
  11. Waino. Pemilik toko berlian yang bingung karena berkurangnya jumlah penggemar berlian.
  12. Lavyu. Bersifat pemberontak, kedua orang tuanya bercerai sehingga menyebabkan ia menjadi kurang kasih sayang orang tua.
  13. Cirlo. Seorang anak yang cerdas, pintar, dan miskin. Jarak dari sekolah dan rumahnya sekitar 50km sehingga ia memerlukan alat transportasi yang bisa mengatasi masalahnya.
  14. Raywo. Seorang mahasiswa semester 14 yang tidak kunjung lulus. Ia juga dikejar deadline untuk segera lulus dan bekerja oleh orang tuanya.
  15. Dokter Oentoe. Seorang dokter penyakit dalam. Ia sering melakukan kesalahan saat mendiagnosis penyakit. Banyak pasien yang tidak sembuh dan malah menjadi semakin parah.
  16. Sete-em. Seorang bandar narkoba yang memiliki banyak uang tetapi merusak masa depan generasi muda.
  17. Genji. Mafia sekaligus kepala preman se-kota. Ia adalah musuh bebuyutan dari bandar narkoba. Hobinya meminta pungli dari para warga.
  18. Bondo. Anggota badan penyelidik yang bertugas mengamankan kota, tetapi sering gagal.
  19. Wortela. Seorang gadis cantik yang punya penyakit mata sehingga penglihatannya kurang baik.
  20. Fredi. Anak buah ketua geng. Ia menyamar menjadi karyawan perusahaan listrik yang mencuri persediaan listrik Planet Markibul.
  21. Kobusyer. Istri dari Fredi, anggota paranormal dan merasa punya indra keenam padahal hanya kebetulan.
  22. Teganian. Perempuan cantik yang suka mengganggu. Sasaran utamanya adalah Heleh (keturunan kelima dari Hulk).
  23. Heleh. Keturunan kelima dari Hulk, sangat kuat. Sasaran bully Teganian.
  24. Seng. Peselancar handal, tetapi laut tempatnya berolah raga tercemar. Ia memutuskan untuk menggerakkan penduduk berdemo.
  25. Klepita. Cantik-cantik klepto. Partner dari Fredi.
  26. Makcil. Pembunuh bayaran sekaligus partner dari Teganian.
  27. Konin. Detektif yang berusaha menghentikan kriminalisasi tetapi tidak pernah berhasil.
  28. Chang-an. Pemilik perusahaan mobil no. 1 di kota. Dia menciptakan mobil autopilot dan semua penduduk banyak yang membelinya.
  29. Swela. Anggota organisasi pecinta alam. Ia akan marah jika melihat lingkungan yang kurang bersih. Dia juga benci dengan keadaan kota yang gersang dan tidak ada penghijauan.
  30. Dexka. Seorang pemuda yang ingin merancang energi alternatif pengganti BBM karena jumlahnya yang semakin menipis. Ia suka marah jika kehabisan BBM.
  31. Bela-ti. Seorang polantas yang kesal karena tidak pernah berhenti kerja. Kemacetan terjadi sepanjang hari, dari pagi hingga malam.
  32. Gisel salah satu dari orang kaya yang saling bersaing dengan Rapunzel dan pamer harta. Ia tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan saling memendam rasa kagum satu sama lain
  33. Rapunzel adalah saingan dari Gisel yang mempunyai sifat sama persis dengan saingannya itu.
  34. Kwacha. Seorang anak yang berhenti sekolah karena ingin bekerja. Hal ini membuat orang tuanya menjadi bingung karena ia juga menganggap bahwa uang lebih penting daripada sekolah.
  35. Mekdi. Penggemar junkfood yang tidak suka makan sayur dan buah. Setiap hari ia hanya mengonsumsi junkfood.
  36. Banindo. Seseorang yang sangat inovatif di bidang transportasi. Ia sangat lelah dengan kemacetan sehingga membuatnya ingin menciptakan sebuah alat yang disebut “bando terbang” namun masih dalam tahap uji coba dan mengalami kegagalan.
  37.  Jegrax. Ia adalah kelinci percobaan dari “bando terbang” yang merasa marah dan kecewa pada Banindo.
  38. Sulthanos. Seorang pemimpin yang tidak mampu berkomunikasi dengan rakyatnya. Ia sering salah paham dengan pendapat orang lain.
  39. Daiyan. Istri dari Sulthanos, lulusan Sekolah Dasar. Ia sangat ramah dan supel, tetapi kemampuan menyelesaikan masalah yang dimilikinya sangat rendah.
  40. Kudet. Penasihat Sulthanos, ia sangat ambisius dan ingin merebut kekuasaan Sulthanos.

8 PERMASALAHAN

MASALAH GIZI

Damagot merupakan salah satu penduduk di kota Messiville. Dia anak yang berperawakan kurus, pendek, dan berambut merah. Damagot sekarang duduk di kelas 1 SMP. Dia bukanlah anak yang berprestasi di sekolah. Hampir tiap minggu orang tua Damagot dipanggil ke sekolah karena anaknya selalu ketiduran saat pelajaran berlangsung. Hal ini tentu saja berdampak pada prestasi akademisnya. Guru sudah mewanti-wanti jika nilai akademisnya tidak mengalami kenaikan sampai akhir semester dia dipastikan tidak naik kelas. Prestasi akademis yang kurang baik, diperparah dengan seringnya dia absen karena akhir-akhir ini dia sering sakit. Dia mengeluh sakit perut dan mudah lelah. Dalam satu bulan, Damagot bisa absen lebih dari 10 kali. Sejak kecil Damagot selalu mengkomsumsi sayuran yang berwarna hijau seperti bayam, sawi, dan kacang panjang. Hingga usia belasan tahun, Damagot terus mengkonsumsi sayuran hijau tersebut. Dia memilih untuk tidak makan bila ibunya tidak menyediakan sayur kesukaanya. Damogot lebih suka makan sayur hijau mentah dibanding yang sudah dimasak. Karena terlalu banyak mengkomsumsi sayuran hijau, warna kulitnya berubah menjadi hijau. Hal ini disebabkan zat hijau daun telah merasuk kedalam sel-sel kulitnya. 

Orang tua Damagot sudah berusaha membujuknya untuk makan daging atau ikan agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Namun usaha orang tuanya tidak membuahkan hasil. Damagot sama sekali tidak menghiraukan nasihat orang tuanya. Tak kehilangan akal, Ibu Damagot sering mencampurkan masakan sayur dan daging secara bersamaan, namun Damagot lagi-lagi lebih memilih sayur bayam dan memberikan dagingnya pada kucing kesayangannya. Orang tua Damagot kuatir kalau anaknya terus-terusan makan sayur hijau akan berdampak negatif pada kesehatan anaknya. Jika sayuran menjadi menu pokok dari diet harian, maka tubuh akan kekurangan protein dan lemak yang pada akhirnya menyebabkan tubuh kekurangan gizi. Akibatnya, kulit mudah kering, pembengkakan, tubuh melemah, mudah lelah, nyeri otot, depresi atau mudah cemas. Dan apabila sakit, pemulihannya akan memakan waktu lama. Sebagai informasi saja sayuran yang mengandung serat tinggi akan menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan bila dikonsumsi secara berlebihan. Tidak bisa dipungkiri makan sayur berlebihan menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.  

Damagot mempunyai teman satu kelas bernama Mekdi. Mekdi merupakan sahabat baik Damagot. Mekdi adalah anak yang cerdas tapi sering sakit-sakitan. Meskipun Mekdi anak yang cerdas, ia terancam tidak naik kelas karena sering absen seperti Damagot. Kebalikan dengan Damagot yang doyan makan sayur, Mekdi sama sekali tidak doyan makan sayur. Dia sangat gemar makanan cepat saji (junk food). Tiga kali sehari dia selalu memesan makanan cepat saji secara online. Orang tua Mekdi pun kuatir akan pola makanan anaknya yang tidak sehat. Pernah suatu ketika Mekdi diajak ke pesta pernikahan saudaranya. Makanan yang dihidangkan dalam pesta tersebut semuanya makanan sehat dan lezat. Saat acara makan dimulai, Mekdi malah bersembunyi untuk menyantap burger. Ternyata dia membawa burger dari rumah. Burger dan pizza sudah menjadi candu baginya. Makanan siap saji memberikan efek buruk pada tubuh karena mengandung sedikit nutrisi, namun kaya akan gula, kalori, dan lemak tak sehat. Hal ini menyebabkan berat badan seseorang dapat melonjak naik. Tubuh akan menimbun banyak lemak tak sehat. Akibatnya penyakit akan berhamburan datang, seperti diabetes, jantung, dll. Kebiasaan menyantap makanan cepat saji membuat kesehatan Mekdi terganggu. Dia sering merasakan sakit di dada, kelelahan dan keluar keringat dingin

Mengetahui bahwa kesehatan anaknya terganggu, orang tua Damagot dan Mekdi memeriksakannya ke Dokter Oentoe. Dokter muda berpenampilan nyentrik ala boyband Korea. Ia dokter penyakit dalam. Ciri khas Dokter Oentoe adalah sering melakukan kesalahan saat mendiagnosis penyakit. Banyak pasien yang tidak sembuh setelah berobat dengannya. Beberapa pasien bahkan semakin parah. Hal sama juga terjadi pada Damagot dan Mekdi. Setelah menjalani pemeriksaan di Dokter Oentoe, penyakit yang mereka derita makin parah. Kulit Damagot menjadi gatal-gatal dan setiap satu jam perutnya kram. Hal sama juga dialami Mekdi, dia menjadi susah tidur dan susah buang air besar. 

Sebulan yang lalu, perawat Dokter Oentoe yang bernama Pay menjadi korbankeganasan diagnosa Dokter Oentoe. Dia didiagnosa menderita sakit kanker, padahal sesungguhnya ia sakit diabetes. Penyakit ini diakibatkan karena kegemaran Pay yang selalu mengkomsumsi makanan manis. 

Faktor gizi dan pola makan yang keliru memang menjadi masalah pelik di kota Messiville. Banyak warga Messiville tidak peduli dengan dampak buruk makanan yang tidak memiliki gizi seimbang. Akibatnya warga Messiville terancam punah gara-gara pentyakit yang merugikan mereka. Anak-anak, remaja,dan orang tua tidak tertarik memperhatikan makanan sehat yang sesuai umur mereka. Para orang tua banyak mengkomsumsi makanan yang mengandung kolestrol tinggi seperti nasi goreng dan sate kambing. Damagot, Mekdi dan Pay merupakan contoh kecil penduduk Messiville yang ceroboh dalam hal makanan. 

Orang tua Damagot dan Mekdi pun semakin kuatir dengan keadaan ini, mereka kemudian melaporkan peristiwa ini kepada pemimpin tertinggi Messiville yaitu Sultanos Lemunos. Mereka ingin mendapatkan solusi yang tepat untuk masalah ini. Sultanos Lemunos sebenarnya sudah mengetahui permasalahan gizi yang terjadi di Messiville. Sultanos sudah punya ide untuk mengundang pemecah masalah paling handal di alam semesta yaitu Agen G5SUPERNOVA atau biasa disingkat Agen G5S. 

Agen G5S  beranggotakan 4 designer muda. Keempat orang tersebut adalah SuperAbet, SuperIndrie, SuperMarcel, dan SuperArda. G5S memiliki  senjata ampuh pemecah masalah yang disebut DESIGN THINKING. Design Thinking adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah yang berfokus pada pengguna atau user. Proses Design Thinking terdiri dari lima fase yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, Test. Agen G5S akhirnya diundang ke Messiville oleh pimpinan kota. Agen G5S mengandalkan alat yang bernama Velorum. Alat yang terbuat dari kristal ini mampu memancarkan sinyal berkecepatan cahaya dan mampu ditangkap oleh markas G5S.

Permasalah gizi di Messiville ditangani oleh salah satu anggota Agen G5S yang bernama SuperAbet. SuperAbet langsung menerapkan tahap-tahap proses design thinking. Tahap pertama yaitu empathize. Pada tahap ini SuperAbet menempatkan posisinya pada user experience. Artinya designer bisa merasakan apa yang dirasakan user dan memahami kehidupan mereka. Dalam hal ini sebagai user adalah penduduk Kota Messiville yang sedang bermasalah. Empathize harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat. Setelah tahap empathizeselesai, dilanjutkan dengan pembuatan DPS (Define Problem Statement). Hal penting dalam proses ini, designer jangan terburu-buru mencari solusi, cukup pikirkan apa masalah dan kebutuhan utamanya sehingga dapat ditemukan solusi yang inovatif. 

Dengan tangkas SuperAbet membuat DPS atas permasalahan yang dialami Darmagot, Pay dan Mekdi. DPS SuperAbet adalah penduduk Kota Messiville yang sedang mengalami masalah gizi memerlukan suatu alat yang canggih pembuat makanan yang mampu memenuhi seluruh unsur gizi. 

Selanjutnya SuperAbet melakukan tahap ideate. Dalam tahap ini, SuperAbet membuat tiga contoh alat pembuat makanan yang canggih. Alat yang pertama adalah sebuah wajan elektrik. Wajan ini terbuat dari aluminium ringan serta diperlengkapi dengan wifi dan dapat dikoneksikan di ponsel pengguna. Wajan ini dapat menampilkan info gizi di ponsel pengguna sehingga kebutuhan gizi dalam masakan dapat terpenuhi. Alat yang kedua adalah sebuah blender canggih. Kelebihan blender ini mampu menciptakan rasa apapun sesuai keinginan penggunannya. Alat inovatif yang terakhir adalah sebuah kotak berukuran 10 cm yang bernama Osmos. Alat ini mengunakan daya matahari atau listrik untuk bekerja. Kotak ini mampu mengubah pil menjadi makanan dengan rasa sesuai keinginan pengunannya. Setelah menyelesaikan tiga benda canggih dan inovatif, SuperAbet menguji cobakan pada Sultanos, Damagot, Mekdi, Pay, orang tua mereka serta beberapa penduduk Messiville. Mereka tertarik dengan ketiga alat inovatif tersebut, namun sebagian besar penduduk lebih tertarik kepada Osmos karena alat ini bisa digunakan untuk memasak apapun hanya dengan memasukan sebuah pil. Alat ini juga bisa dioperasikan dengan tenaga matahari maupun listrik. Sedangkan untuk wajan elektrik, penduduk kurang setuju jika wajannya hanya bisa menampilkan informasi gizi saja tapi tidak mampu menciptakan rasa sesuai keinginan pengunannya. Untuk blender, warga tidak suka jika makanan  menjadi cair.

Ketiga alat yang dirancang oleh SuperAbet dikonsultasikan ke calon pengguna. Setelah mendapatkan feedback dari user, akhirnya Osmos menjadi alat pencipta makanan yang secara resmi akan digunakan oleh penduduk Kota Messiville untuk mengatasi masalah gizi. Damagot pun bisa membuat makan dengan rasa bayam namun mampu memenuhi unsur gizi. Begitu pula dengan Mekdi dan Pay. Mereka tidak perlu kuatir lagi menyantap makanan kesukaan mereka dengan gizi yang seimbang. Proses design thinkingmenjadi solusi yang inovatif di kota Messiville.***

MASALAH TRANSPORTASI

Sore itu, KotaMessiville terlihat mendung. Langit tampak gelap dan sepertinya hujan akan turun dengan sangat deras. Sulthanos Lemunos, pemimpin Kota Messiville terlihat kebingungan, wajahnya pun penuh dengan kecemasan. Sambil melipat tangannya di dada, Sulthanos melihat darikejauhan di balik kaca balkon istananya.

Beberapa jam sebelum makan siang, perdana Menteri Kudet datang ke istana Sulthanos untuk menceritakan keadaan kota saat ini. Dia mengabarkan pada Sulthanos bahwa kemacetan panjang terjadi di banyak sudut kota Messiville. Penyebab kemacetan karena penduduk kota menggunakan mobil auto pilot. Sudah terkenal di antero jagat penduduk Kota Messiville malas berjalan kaki. Sebaliknya pemilik pabrik mobil auto yang bernama Chang-an justru semakin gencar memasarkan produk buatannya agar keuntungan perusahaannya semakin besar. Dia tidak mempedulikan keadaan kota yang penuh dengan keramaian dan kemacetan. Chang-an memang pengusaha sukses yang tekun dan tidak mudah menyerah. Dia memiliki banyak ide dalam mengembangkan bisnisnya. Perusahaan miliknya adalah perusahaan mobil auto pilot terbesar di kota Messiville. 

Mobil autopilot di KotaMessiville dikendalikan menggunakan suara manusia. Jika si pengendara mobil autopilot menghendaki mobilnya berhenti, maka tinggal berkata, “berhenti!” maka mobil otomatis akan berhenti. Mobil ini dirancang tanpa kemudi setir. Para pengendara cukup duduk manis dan berkonsentrasi pada jalan yang dilalui, kemudian menginstruksikan arah mobil menggunakan sebuah wireless mikrofon yang terhubung dengan mesin. Bisa dibayangkan betapa mudahnya menggunakan mobil auto pilot buatan Chang-an. 

Perdana Menteri menghitung jumlah mobil autopilot yang dibeli oleh penduduk setiap harinya. Perhari mobil terjual sekitar 60 unit. Padahal jumlah penduduk hanya 40 orang. Sudah bukan rahasia umum, setiap penduduk bisa memiliki mobil hingga 10 mobil. Mobil dibeli dengan aneka warna. Mereka akan menyesuaikan warna mobil dengan baju yang dipakainya. 

Perdana Menteri Kudet kehabisan akal untuk mengerem laju peredaran mobil. Kemacetan sudah tidak bisa ditanggulangi lagi. Seorang polisi lalu lintas bernama Bela-ti angkat tangan meredakan kemacetan di setiap sudut kota Messiville. 

Di Kota Messivile tidak semuanya kaya. Ada juga penduduk yang miskin. Contohnya Cirlo. Setiap hari, Cirlo berjalan kaki menempuh jarak 10 km ke sekolah. Orang tuanya miskin. Mereka tidak mampu membeli mobil autopilot.  Seringkali ia tidak diijinkan masuk kelas karena terlambat, padahal sebetulnya ia anak yang sangat pintar. Kabar tentang Cirlo sampai ke telinga pimpinan kota Sulthanos Lemunos. Dari istri Sulthanos, seseorang bernama Banindo sedang melakukan serangkaian uji coba membuat bando terbang. Namun kabarnya bando terbang tidak aman. Sehingga gagal diproduksi.  

Tanpa mengulur waktu Sulthanos masuk ke kamarnya untuk mengoperasikan Velorum. Velorum adalah alat berbentuk setengah lingkaran terbuat dari kristal, yang mampu memancarkan sinyal berkecepatan cahaya dan bisa menghubungkan komunikasi antara Kota Messiville dan bumi. Velorum adalah satu-satunya alat untuk berhubungan Agen G5S. Dengan hanya menempelkan tangan kirinya ke velorum, AgenG5S akan di kota Messiville. 

Agen G5S adalah agen pemecah masalah yang terdiri dari 4 orang, yaitu  SuperAbet, SuperIndrie, SuperMarcel, dan SuperArda. Kantor pusat mereka ada di planet bumi. Oleh Agen G5S semua masalah akan diselesaikan menggunakan design thinking. G5S selalu membantu siapa saja yang memang membutuhkan. Sulthanos memanggil G5S untuk membantu memecahkan kemacetan di kota Messiville.

Agen G5S menugaskan SuperMarcel untuk mencari solusi terbaik permasalahan transportsi. SuperMarcel yang bertangan dingin datang dengan pesawat antariksa super canggih ke Kota Messiville. Sulthanos dan Perdana Menteri Kudet terlihat berseri-seri saat SuperMarcel mendarat dengan cantiknya di rooftop istana Sulthanos. Tanpa menunggu lama, Sulthanos dan Perdana Menteri Kudet menceritakan detail permasalahan di kotanya yang sudah dalam keadaan genting. SuperMarcel mendengarkan dengan saksama segala keluh kesah pemimpin Kota Messiville.

Sebagai langkah awal, SuperMarcel akan memprosesfase empathize. Ini untuk memahami penyebab terjadinya kekacauan di KotaMessiville. SuperMarcel menyampaikan rencananya untuk berkunjung ke sudut-sudut kota Messiville dan mengunjungi pabrikmobil autopilot. SuperMarcel juga berencana mendatangi orang-orang miskin yang tidak mampu membeli mobil serta si penemu kendaraan inovatif yang masih butuh dikembangkan lagi agar dapat digunakan oleh warga Messiville.

SuperMarcel pertama-tama melihat beberapa titik kemacetan di kota Messiville. Dia melihat bahwa kemacetan memang sangat parah terjadi di kota Messiville. Tidak ada ruang yang tersisa di jalan-jalan raya karena dipenuhi oleh mobil autopilot. Mobil tersebut memang dipilih oleh semua penduduk untuk bisa menjangkau tempat-tempat tertentu karena tidak disediakan kendaraan umum. Berhubung mereka tidak membayar pajak negara, jadi pemimpin kota tidak bisa menyediakan kendaraan umum untuk mereka. SuperMarcel juga mengamati pabrikmobil autopilot. Chang-an sang pemilik pabrik mobil berambisi memproduksi mobil 10 unit setiap harinya. Hal tersebut memang bisa memenuhi kebutuhan pasar, akan tetapi justru membuat masyarakat semakin memenuhi jalan raya dengan kendaraan tersebut. SuperMarcel makin paham apa yang sebenarnya terjadi di kota ini. Dia juga berusaha memahami perasaan polisi lalu lintas yang berjibaku meredakan kemacetan di kota Messiville.

Saat berkunjung di komplek warga miskin, SuperMarcel mendapatkan databahwa mereka tidak memiliki uanguntuk alat transportasi. Warga miskin berjalan kaki apabila mau berpergian.

Setelah mendapatkan tiga sumber data, SuperMarcel berkunjung ke rumah Banindo, penciptaBando terbang. Saat SuperMarcel melihat bando terbang rancangannya, ia menemukanbanyak kekurangan. Bando terbang memiliki tingkat pengaman yang rendah dan bila bando terbang rusak, tidak bisa diperbaiki lagi.

Setelah melewati fase pertama, yaitu empathize, SuperMarcel mulai merumuskan masalah. Dalam proses design thinking, fase ini disebut ideate. SuperMarcel merumuskan masalah sebagai berikut,“Kota Messiville membutuhkan sebuah kendaraan inovatif agar kemacetan lalu lintas tidak terjadi dengan demikian semua penduduk dapat beraktivitas dan bepergian tanpa ada kendala.” Setelah merumuska masalah atau membuat DPS (Define Problem Statement), SuperMarcel melanjutkan ke fase berikutnya yaitu ideate untuk menawarkan solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Kepada Sulthanos, SuperMarcel menawarkan 3 macam kendaraan inovatif.

  1. Kendaraan pertama,kapal selam supercanggih yang dapat melewati berbagai perairan di sudut-sudut kota sehingga mereka bisa sampai ke tempat tujuan tepat waktu.
  2. Kendaraan kedua, sebuah jetpack berupa ransel yang berbahan bakar tenaga surya. Jika tenaga habis, tinggal dijemur. Kendaraan ini hampir mirip baling-baling bambo milik Doraemon.
  3. Kendaraan ketiga, kereta canggih di bawah tanah. Kereta tersebut memiliki kecepatan tinggi dan bisa sampai ke tempat tujuan dalam waktu beberapa menit.

Sulthanos mempertimbangkan satu persatu kelebihan dan kekurangan kendaraan inovatif tersebut. Meskipun kapal selam itu bagus, namun tidak bisa digunakan secara maksimal karena jumlah sungai di kota Messiville sangat terbatas. Sementara kereta bawah tanah memiliki kelemahan pada infrastuktur kereta bawah tanah yang memerlukan waktu yang lama. Sulthanos ingin masalah lalu lintas cepat selesai. Akhirnya Sulthanos memilih jetpack. Dengan hadirnya jetpack yang murah dan praktis dan berjalan di udara, kemacetan lalu lintas di darat bisa berkurang secara significant.

SuperMarcel mulai membuat prototype jetpack canggih. Fase prototype adalah fase keempat dalam design thinking. Prototype tersebut kemudian diuci cobakan. Ternyata feedback dari uji coba prototype jetpack terbilang bagus. Banyak keunggulan yang diperoleh dari penggunaan jetpack tersebut. Salah satunya, warga tidak perlu berebutan di pos pengisian bahan bakar karena jetpack menggunakan tenaga matahari. Selain itu jetpack berjalan di udara seperti pesawat. Orang-orang yang ingin mengunakan kendaraan inovatif ini tinggal menaruhnya dipunggung seperti memakai ransel. Kendali jetpack dari tangan yang terhubung dengan mesin secara langsung. Sulthanos memprediksikan masalah kemacetan bisa teratasi apabila penduduk Kota Messiville beralih dari mobil autopilot ke jetpack tersebut.

Dari uji coba jetpack, SuperMarcel mendapatkan 3 feedbacks yang harus segera ditindaklanjuti. Pertama, menambahkan perangkat tambahan yang menginformasikan jumlah tenaga surya yang masih tersimpan. Bisa dibayangkan adapa bila jetpack tiba-tiba mati karena pengguna lupa mengecek tenaga surya, ia akan jatuh bebas ke daratan. Kedua, menambahkan seatbelt yang lebih canggih supaya kemanan dan kenyamanan menggunakan jetpack lebih terjamin. Setelah mempelajari feedback tersebut, SuperMarcelminta ijin pulang ke bumi untuk menyempurnakannya. Setelah jetpack diperbaiki kekurangnnya, SuperMarcel akan kembali ke Kota Messiville untuk mengujicobakan lagi kendaraan inovatifnya hingga memenuhi kebutuhan pengguna.***

MASALAH KOMUNIKASI

Di Wilayah utara Kota Messiville ada sebuah daerah yang disebut Ladyland yang sarat dengan masalah. Di daerah tersebut keseluruhan penduduknya adalah perempuan. Mereka jarang sekali bertegur sapa dan wilayah tempat tinggal mereka sangat sunyi karena para penduduknya sangat invidualis dan tidak saling memperhatikan. Meski demikian, para penduduk terkadang sangat emosional saat menghadapi suatu masalah.

Tinggallah seorang gadis yang pendiam, kurang modis, dan sedikit nyentrik bernama Chiro. Ia tinggal di sebuah rumah yang kecil, nyaman dan bersih, namun ia tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga-tetangganya. Ia lebih suka untuk menyendiri, bercerita dengan kucing kesayangannya, membersihkan rumahnya, atau membaca Hologram Mags (majalah hologram favoritnya). Majalah itu sangat menghibur Chiro karena ia bisamelihat tempat-tempat yang indah di seluruh jagat raya. Majalah itu dapat bergerak seperti saat kita menonton televisi.

Bersebelahan dengan rumah Chiro, tinggallah seorang gadis yang bermimpi untuk menjadi seorang diva dan penyanyi terkenal di Messiville. Gadis itu bernama Aiko. Ia selalu berlatih menyanyi di rumahnya tanpa memperhitungkan apakah tetangga-tetangganya menyukai nyanyiannya atau sebaliknya. Ia selalu menyanyi dan menyanyi tanpa lelah. Chiro sangat terganggu oleh suara Aiko karena suaranya itu jauh dari merdu. Bahkan suara Aiko terdengar sangat melengking dan menyakitkan telinga. Sudah lama Chiro memendam kekesalan pada Aiko karena suaranya tersebut. Namun ia tak memiliki keberanian untuk menegur Aiko secara langsung. Ia tak pernah bertegur sapa dengan Aiko. Bahkan ia hanya menutup telinganya ketika Aiko mulai bernyanyi.

Ketika senja datang, Chiro pergi ke rumahLavyu. Dalam perjalanan menuju rumah Lavyu, Chiro mendengar ada suara orang berteriak dan marah. Ia segera mendekat dan memperhatikan apa yang sedang terjadi di tempat itu. Ternyata tetangganya, yaitu Gisel dan Rapunsel sedang beradu argumen tentang cincin berlian, handbag, heels dan barang-barang mewah lain yang mereka beli saat mereke berkunjung ke bumi. Gisel dan Rapunsel adalah orang kaya di Ladyland yang selalu pamer kekayaan dan kecantikan. Mereka selalu bersaing dan tak mau kalah dalam hal membeli barang-barang mewah. Meskipun demikian, jauh di lubuk hati terdalam, mereka sebenarnya saling mengagumi satu sama lain. Chiro hanya menggelengkan kepala melihat hubungan mereka.  

Sesampainya Chiro di rumah Lavyu. Ia sangat terkejut karena Lavyu tengah mengamuk dan marah besar. Ia melempar barang-barangnya keluar rumah sambil menangis. Ketika Chiro mendekatinya, Lavyu malah mengusir Chiro keluar dari rumahnya. Ia seperti orang yang kesetanan dan wajahnya penuh amarah. Melihat hal itu, Chiro segera berlari meninggalkan Lavyu. Ia berlari menjauh dan segera kembali pulang ke rumahnya. Ia sangat bingung dengan sikap Lavyu yang sangat berbeda dengan biasanya. Lavyu pun terlihat menyesal sudah mengusir Chiro pergi dari rumahnya. Ia sangat tertekan dengan perceraian orang tuanya. Ia tak sanggup untuk melihat orang tuanya tinggal berjauhan, bahkan papanya lebih memilih untuk menetap di bumi. Lavyu sudah sejak lama tersiksa dengan sikap orang tuanya yang selalu bertengkar dan saling menyakiti. Sedangkan papanya tidak bisa tinggal di Ladyland karena di daerah itu hanya perempuan saja yang diperbolehkan tinggal. Para tertangga mengucilkan keluarga mereka karena ada seorang laki-laki di rumah itu. Lavyu sangat sedih dan menangis sepanjang hari.

Chiro berjalan kembali melewati rumah Gisel dan Rapunsel. Kedua gadis itu pun masih saja bertengkar. Chiro meninggalkan tempat itu dan pulang. Ketika mendekati rumah Aiko, Chiro melihat gadis itu di depan rumah. Mereka saling memperhatikan satu sama lain. Ternyata Aiko itu cantik. Tapi dia tak pernah kelihatan meninggalkan rumah. Menyadari bahwa dirinya diperhatikan oleh Chiro, Aiko yang pemalu itu segera masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu rapat-rapat. 

Chiro segera masuk ke dalam rumahnya. Ia bingung dengan kehidupan di Ladyland, negara bagian Messiville itu. Ia merasa aneh dan ingin melakukan sesuatu supaya lingkungan tempat tinggalnya menjadi lebih nyaman. Tapi ia tak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia merebahkan tubuhnya di flying bed. Sebuah tempat tidur yang melayang-layang saat ada seseorang tidur di atasnya. Tubuh Chiro segera melayang-layang. Ia membuka kembali hologram mags kesayangannya. Ia mencari-cari informasi yang dapat membantunya memecahkan masalah di Ladyland. Ia sangat bosan tinggal di Ladyland.

Ketika Chiro membaca Hologram magsnya, ia menemukan sebuah iklan yang menarik perhatiannya, yaitu tentang Agen G5S. Dalam iklan itutertulis, “Supernova for Super Solution. Hubungi Agen G5S”. Wow! Bagai terguyur batu Crystal, Chiro kegirangan bukan main. Ia akan meminta bantuan Agen G5S untuk membantu memecahkan masalah-masalah di Ladyland. Namun ia sedikit kecewa karena selain Agen G5S tinggal di bumi, hanya Sulthanos Lemunoslah yang bisa menghubungi agen G5S. Sulthanos Lemunos adalah pimpinan Messiville. Chiro membayangkan betapa mengerikannya harus pergi ke istana Lemunos. Pergi keluar Ladyland saja ia tak berani, apalagi pergi ke ibukota Messiville dan harus menghadap Sulthanos. Chiro berkecil hati dan hamper mengurungkan niatnya. Akan tetapi karena ia sangat ingin ada perubahan di Ladyland, ia memutuskan untuk pergi ke istana dan menemui Sulthanos.

Chiro sampai di istana Sulthanos dengan selamat setelah menempuh perjalanan selama 3 jam dari Ladyland. Ia memasuki gerbang besar yang dijaga oleh dua orang tentara. Chiro harus menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan saat memasuki gerbang dan akhirnya diijinkan masuk ke istana Sulthanos.

Dengan hati yang berdebar-debar, Chiro menunggu Sulthanos keluar dari ruangannya. Langkah Sulthanos yang bertubuh besar membuat Chiro salah tingkah dan ingin rasanya membatalkan saja pertemuannya dengan Sulthanos. Ia sangat takut untuk bicara dengan Sulthanos. Tapi ketika ia membayangkan Ladyland, keberaniannya muncul kembali. Kalau bukan dirinya, siapa lagi yang dapat menyelamatkan masa depan Ladyland?

Sulthanos menemui Chiro. Sambil terbata-bata dan gugup, Chiro menceritakan masalahnya kepada Sulthanos. Ia menjelaskan situasi di Ladyland yang mengerikan buatnya. Ia meminta Sulthanos untuk membantu menghubungi Agen G5S supaya datang ke Ladyland dan membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman di Ladyland. Sulthanos berpikir sejenak. Memanggil Agen G5S tidak sembarangan, ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Walaupun sebetulnya Agen G5S sangat baik hati dan selalu siap menolong. Melihat Chiro yang sangat tegang berhadapan dengannya, akhirnya Sulthanos merasa iba dan bersedia membantu Chiro memanggil Agen G5S ke Kota Messiville. Sulthanos satu-satunya penduduk di Kota Messiville yang dapat memanggil Agen G5S dengan alat canggih Velorum.  

Velorum adalah alat dari kristal yang mampu memancarkan sinyal khusus yang langsung bisa tertangkap oleh radar Agen G5Sdi bumi. Setelah velorum disentuh oleh telapak tangan kiri Sulthanos, alat tersebut aktif. Chiro mengikuti Sulthanos menuju ruangan tempat menyimpan velorum. Ia melihat Sulthanos menyentuh benda setengah lingkaran itu, dan clap, cahaya yang sangat menyilaukan itu terpancar ke angkasa melesat sangat cepat menuju bumi ke markas Agen G5S.

Tak berapa lama, layar di dinding istana tersebut menyala dan seseorang menyapa Sulthanos. “Hallo, Sulthanos… apa yang bisa kami lakukan untuk Anda hari ini?” sapa seorang Agen G5S yang bernama SuperIndrie.

“Aku meminta bantuan kalian untuk datang ke Messiville. Posisi target di Ladyland. Koordinat 9,67 utara dan 4,92 selatan kota Messiville. Mereka sedang mengalami masalah psikologis yang sulit untuk dipecahkan. Kalian cari seorang gadis bernama Chiro. Chiro adalah gadis yang melaporkan masalah itu kepadaku di sini. Dia akan menceritakan masalahnya kepada kalian begitu kalian sampai di Ladyland.”

“Baiklah, Sulthanos. Kami segera meluncur ke Ladyland dalam hitungan detik,”kata SuperIndri sigap.

Pembicaraanpun berakhir dan velorum itupun meredup kembali.

Chiro sangat bahagia karena ia dapat bertemu Agen G5S untuk menyelesaikan masalahnya. Tak lama berselang, akhirnya SuperIndrie datang dengan pesawat dinas Agen G5S. Seperti biasa, Agen G5S menggunakan design thinking untuk menyelesaikan masalah. Dalam memproses design thinking, SuperIndri akan melewati 5 fase, yaitu empathize, define, ideate, prototype dan test.

SuperIndri memulai dari fase empathize. Di fase ini, SuperIndrie melakukan pengamatan perilaku kepada pendudukyang tinggal di Ladyland. Ia juga bertanya banyak hal kepada Chiro untuk mendapatkan data-data yang ia butuhkan. Selain itu SuperIndri juga menemui beberapa penduduk untuk mendapatkan lebih banyak data lagi. Dalam fase empathise, SuperIndri memang harus mendapatkan data sebanyak-banyaknya supaya solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan penduduk Ladyland. Oleh sebab itu ketrampilannya memahami masalah dan menyelami karakter penduduk  benar-benar dibutuhkan. 

 Setelah data terkumpul, SuperIndri mengklasifikasikan masalah. Masalah pertama, mereka enggan untuk saling bertegur sapa karena merasa malu dan takut apabila orang yang mereka sapa akan marah. Ini seperti yang dialami oleh Aiko dan Chiro. Oleh sebab itu mereka menghindari berinteraksi dengan orang lain. Masalah yang kedua, beberapa penduduk tidak bisa menahan amarah yang berlebihan. Ketika mereka mendengar kata-kata yang kurang menyenangkan, amarah akan timbul secara membabi-buta, seperti yang dialami oleh Lavyu yang pemberontak dan mudah emosi. Begitu pula Gisel dan Rapunsel yang selalu marah satu sama lain. Masalah ketiga, adalah penduduk di Ladyland semuanya perempuan. Mereka kurang peka terhadap potensi diri. Mereka cenderung menolak untuk berekspresi walaupun mereka tahu ada potensi yang mereka miliki. Masalah keempat, penduduk Ladyland selalu berprasangka buruk terhadap orang lain.

Dari permasalahan-permasalahan tersebut, SuperIndrie mulai merumuskan masalah. Dalam design thinking fase ini disebut define. DPS (Defining Problem Statement) atau rumusan masalah yang dibuat SuperIndrie adalah: penduduk Ladyland membutuhkan sebuah benda atau alat yang dapat mengingatkan mereka untuk lebih percaya diri, mampu menahan emosi, dan merupakan sebuah reminder untuk membuat mereka lebih mudah berkomunikasi.

SuperIndrie memulaibrain storming. Ia melajutkan ke fase ideate dimana ia merancang beberapa solusi berdasarkan DPS yang dia buat. SuperIndrie menawarkan 3 alat yang sesuai dengan kebutuhan penduduk Ladyland. Solusi pertama sebuah alat pendeteksi senyum. Apabila penduduk tidak tersenyum, alat akan berbunyi seperti sirine. Solusi kedua sebuah alat semprot yang disebut Cabe Tetangga. Apabila dalam satu hari penduduk tidak berkomunikasi dengan tetangga, alat semprot Cabe Tetangga akan menyemprot cairan pedas di halaman rumah. Solusi ketiga adalah“Kalung Kasih Sayang” (KKS). Kalung ini terbuat dari batu kristal yang mampu mengeluarkan cahaya berwarna jingga yang berfungsi mendinginkan hati dan menambah rasa percaya diri bagi yang memakainya. Ketika SuperIndrie meminta bantuan beberapa penduduk Ladyland memakainya, SuperIndri mendapatkan feedbacks yang bagus. Mereka menyukai design kalung, bahan kristal yang dipilih, dan fungsi yang terkandung didalam kalung tersebut. Dari feedback penduduk juga diketahui setelah memakai kalung kasih sayang, mereka merasa komunikasi mereka lebih baik. Mendapatkan feedback yang baik dari pada penduduk Ladyland membuat SuperIndrie sangat senang. Sejak memakai kalung kasih sayang Chiro tampak akrab dengan Aiko. Chiro dan Aiki bahkan bernyanyi bersama. Begitu juga Gisel dan Rapunsel, karena hati mereka dingin, mereka bisa bertukar ide seputar fashion dan saling tukar informasi tentang sepatu yang sedang hits di bumi. Mereka berdua merencanakan membuat video tutorial cara berpakaian dan berdandan. Sedangkan Lavyu, sebagai orang yang selalu marah, ia akan membeli alat lukis supaya kemarahannya bisa dituangkan ke dalam lukisan. Lavyu meminta maaf kepada Chiro karena pernah mengusirnya. ***

MASALAH PENDIDIKAN

Sore yang mendung di Kota Messiville. Langit gelap seakan mengisyaratkan hujan badai akan datang dan semakin meluluhlantahkan kota penuh masalah ini. Sulthanos Lemunos, pimpinan tertinggi di Kota Messiville terlihat kebingungan, wajahnya pun penuh dengan kecemasan. Hal ini disebabkan oleh beberapa tokoh masyarakat yang mengadu dan mencoba meminta solusi darinya untuk masalah yang mereka hadapi. Yang masih hangat dipikiran dan telinganya adalah laporan dari seorang warga tentang masalah pendidikan di Kota Messiville. 

Metsi, seorang guru, pagi tadi menemui Sulthanos di istananya. Ia bercerita tentang murid-murid  yang bersikap tidak sopan terhadap orang yang lebih tua, terutama saat di sekolah. Sedikit pun tidak ada rasa hormat yang mereka tunjukkan saat berkomunikasi dengan orang tua. Sehubungan dengan kondisi ini, Pak Metsi, begitu orang sekitar biasa memanggilnya, mencoba mencari tahu cara mereka berinteraksi dengan orang tuanya dirumah. Untuk itu Pak Metsi memanggil para orang tua murid ke sekolah. Dari pertemuanorang tua disimpulkan bahwamurid-murid memang belum memiliki kesadaran tentang keharusan untuk bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua.Padahal di sekolah sudah diajarkan mata pelajaran etika social. Namun rupanya pelajaran itu tidak berhasil. 

Selainmasalah minimnya respek murid-murid kepada orang tua, masalah bullying juga menjadi perhatian khusus. Bullying tidak dilakukan secara tertutup, namun sudah dilakukan secara terang-terangan di sekilah.   Anak-anak jagoan sering menyerang anak pendiam. Meskipun guru sudah bertindak memerangi bullying perubahan belum tampak. Disudut-sudut kelas, di kantin, di kelas, di halaman, di kamar mandi, di tempat parkir mobil, masih ditemukan kasus ini. Seorang guru kimia dikabarkan pernah menjadi korban bullying. Metsi dan para guru-guru sudah tidak memiliki ide lagi mengatasi hal ini. Akhirnya dengan keberaniannya, Guru Metsi menemui Sulthanos, pemimpin tertinggi di Kota Messiville.

Sesaat setelah Sulthanos menerima pengaduan dari Pak Metsi, Sulthanos langsung menuju kesebuah tempat rahasiadimana Velorum tersimpan. Velorum adalah sebuah alat berbentuk setengah lingkaran yang terbuat dari kristal. Velorum merupakan penghubung antara Kota Messiville dan markas Agen G5S di bumi. Sulthanos adalah satu-satunya orang yang bisa menggunakan alat ini. Setelah menempelkan telapak tangan kirinya, velorum langsung memancarkan sinyal dengan kecepatan 299.792.458 meter per detik atau setara dengan kecepatan cahaya.Sulthanos danAgen G5S sudah tersambung. Setelah Sulthanos bercerita tentang masalahnya, Agen G5S langsung mengirimkan Agen SuperArda untuk membantu mengatasi permasalahan pendidikan di Kota Messiville.  

SuperArda menuju Istana Messiville untuk menemui Sulthanos. Ia  mempresentasikan metode design thinking yang akan ia gunakan untuk menyelesaikan masalah. Dengan jelas dan informatif, SuperArda mengatakan nantinya akan ada 5 fase yang ia lakukan, yaitu empathize, define, ideate, prototype dan test. Masing-masing fase memiliki fungsi dan prosedur yang berbed-beda. Pada fase empathize, SuperArda akan mengumpulkan data dari berbagai sumber. SuperArda akan memilah data primer dan data sekunder. Data primer tetap menjadi focus karena data ini dimiliki oleh orang yang akan menggunakan solusi. Selain itu, dengan memilah-milah data, SuperArda akan lebih mudah memahami kebutuhan dan tantangan-tantangan dari user (sebutan untuk pengguna solusi). Karena dengan memahami kebutuhan dan tantangan, SuperArda dapat mengidentifikasi peluang yang ada. Apabila disangkutpautkan dengan masalah di Kota Messiville, SuperArda akan menemukan kebutuhan, tantangan dan peluang solusi pada fase empathize ini.

Sulthanos menyimak dengan sangat serius rencana SuperArda dan meminta SuperArda menjelaskan proses design thinking sampai selesai. Alasan Sulthanos, apabila dia paham prosedur dan prosesnya, Kota Messiville makin mantab menjalankan solusi yang akan dibuat nanti. SuperArda mengangguk dan menerima alasan Sulthanos. Ia kemudian melanjutkan menjelaskan pada fase ke dua design thinkingyaitu fase ideate. Pada fase ideate SuperArda akan merumuskan masalah berdasarkan data-data yang diperoleh dari fase empathize. SuperArda menyebut-nyebut soal DPS (Define Problem Statement) pada fase ini. DPS adalah dasar bagidesigner (dalam hal ini SuperArda) untuk mengeksplorasi solusi. Kemampuan mengumpulkan data, mengolah data dan menyimpulkan data sangat dibutuhkan pada fase define. Apabila kita lemah pada kemampuan menganalisa, maka solusi kita akan melenceng jauh dari kebutuhan user. Tiba-tiba wajah Sulthanos tegang. 

“Jangan khawatir Pak Sulthanos, Agen G5S agen terpercaya di bumi. Kemampuan kami menganalisa sangat meyakinkan. Jangan khawatir solusinya nanti keliru,” kata SuperArda menjawab kekawatiran Sulthanos. Sulthanos kemudian mengangguk.

Dengan pemahaman yang baik tentang user dan kebutuhan user, SuperArda akan memiliki peluang besar untuk melakukan tindakan eksplorasi solusi. SuperArda kemudian menjelaskan bahwa eksplorasi solusi masuk pada tahap ketiga dalam design thinking yaitu ideate. Biasanya tahap ideate berakhir dengan sejumlah opsi. Setelah itu dikembangkan menjadi prototype pekerja. Fase prototype adalah fase keempat dalam design thinking. Design thinking cenderung memilih prototype dibanding spesifikasi. Menurut SuperArda,  prototype lebih mudah dimengerti, sementara spesifikasi bukanlah sesuatu yang dapat diuji dengan user. Ia memberi contoh saat kita membeli HP, kita hanya melihat spesifikasinya tanpa bisa menguji. Oleh sebab itu, saat membuat prototype, designer memang harus benar-benar membuat produknya. Fase terakhir dari design thinkingadalah test. Testingdan iterasi (pengulangan) perlu dilakukan hingga kebutuhan user terpenuhi. Bahkan setelah solusi disetujui oleh userdan solusi sudah digunakan, solusi harus terus dipantau. Apabila solusi memerlukan perbaikan, maka harus dicari solusi lagi bagaimana cara memperbaikinya. Inilah yang disebut iterasi. Iterasi dalam design thinking berguna untuk menyempurakan produk atau solusi yang diciptakan. Pimpinan Sulthanos kembali mengangguk-angguk setelah mendapatkan penjelasan secara rinci tentan proses design thinking yang akan digunakan oleh SuperArda memecahkan masalah pendidikan di Kota Messivile. Pimpinan Sulthanos dan Agen SuperArda naik autopilot ke sekolah tempat Pak Metsi mengajar. 

***

SuperArda tampak tidak melakukan tindakan yang ekstrem saat di sekolah. Ia hanya duduk di kelas bersama anak-anak, berdiskusi dengan mereka, mendengarkan penjelasan guru, makan bersama anak-anak, dan juga ikut bermain pada saat break time. Ia melakukan aktivitas layaknya anak-anak beraktivitas di sekolah. Awalnya, Pimpunan Sulthanos tampak sedikit kebingungan, namun akhirnya ia mulai memahamibahwa Agen SuperArda sedang memproses fase empathize.  

SuperArdaSuperArda menemukan fakta bahwa ada enam anak yang harus mendapatkan perhatian khusus, yaitu,  Bjorki, Kwacha, Raywo, Teganian, Makcil, dan Heleh. Berikut ini adalah catatan SuperArda pada fase empatrhize.

  1. Bjorki sering melamun di kelas. Ia senang menggambar, namun sering menggambar tidak pada tempatnya. Ia pernah menggambar di punggung Heleh sehingga seragam Heleh yang berwarna putih rusak. Ia sering membentak-bentak orang tua.
  2. Kwacha sering tidur di loteng sekolah.Ia akan kembali muncul di kelas setelahpukul 13.55(lima menit sebelum waktu pulang sekolah). Kwacha selalu datang terlambat ke sekolah. Terlambatnya tidak tanggung-tanggung karena bisasampai 3 jam. Bahkan ia pernah datang ke sekolah danlangsung pulang kerumah karena teman-temannya ternyatasudahpulang sekolah.Bukannya menyadari kesalahan yang dilakukan, ia melampiaskan kekesalannya pada orang tuanya di rumahkarena tidak membangunkannya. Ia pernah melempar tas sekolah ke ibunya.
  3. Ia adalah murid yang paling bersemangat datang ke sekolah.  Anehnya, meskipun antusiasme sekolah tingggi namun sudah dua kali Raywo tinggal kelas. Perilakunya yang suka menghina guru dan teman-teman dianggap tidak layak naik kelas. Ia harus memperbaiki perilakunya terlebih dahulu kalau mau naik kelas. Raywo anak juragan Kasur busa di Kota Messiville.  
  4. Teganian pelaku bullying yang menyeramkan di sekolah. Ia selalu menyerang teman-teman yang lemah dan miskin. Kegemaran Teganian melakukan bullying  karena di rumah, ia korban bullying kakaknya. Nah setali tiga uang, kakak Teganian pun korban bullying di sekolahnya. Bullying memang permasalahan yang terus berputar seperti roda, saling berhubungan satu sama lain, dan harus segera diputuskan mata rantainya.
  5. Makcil bertubuh kecil dan pendek. Banyak murid yang menghindarinya karena ia sering memukul tanpa sebab. Ia sering membentak-bentak orang tuanya. Anak-anak perempuan tidak menyukainya karena Makcil sering mengeluarkan kata-kata kasar untuk menghina.
  6. Heleh selalu menerima perlakuan tidak mengenakkan dari para pelaku bullying seperti Teganian dan Makcil. Saat pertama kali menerima perlakuan bullying, ia melaporkannya kepada Pak Metsi. Celakanya, beberapa saat setelah laporan itu, Heleh semakin di bully.   Gara-gara terus menerus menjadi korban bullying, Heleh belajar akhirnya tanpa sadar ikut-ikutan melakukan tindakan bullying.

            SuperArda menggeleng-gelengkan kepalanya saat mencermati perilaku anak didik Pak Metsi. Ia makin bersemangat menyelesaikan masalah pelik yang terjadi di sekolah Kota Messiville. 

Berdasarkan data-data primer diatas, SuperArda membuat rumusan masalah bahwa murid-murid membutuhkan sebuah alat yang bisa mengendalikan emosi dan mempraktekkan pelajaran pendidikan karakter. Dari DPS tersebut Agen SuperArda mulai mengeksplorasi solusi. Ia membuat tiga macam solusi, yaitu Buku Ajaib, Tablet Karakter dan Behaviour Watch. Setelah berkonsultasi dengan Pimpinan Sulthanos, Agen SuperArda membuat prototype Behavior Watch.Alat ini adalah benda mirip jam tangan yang dirancang sangat canggih. Jam tangan ini akan mulai aktif saat anak-anak mulai menunjukkan penyimpangan perilaku. Saat anak membentak orang tua, jam ini akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Begitu juga saat anak berkata kasar, datang terlambat, mendorong teman, mencubit teman, efek gatal akan bekerja. Makin parah perilaku menyimpangnya, makin tinggi level gatalnya. Alat berbentuk jam tersebut terbagi menjadi 2 area yang dipisahkan oleh jarum. Area bad habit (disebelah kiri) dan area good habit (disebelah kanan). Apabila anak berperilaku normal, jarum akan berada ditengah. Selama jarum masih di area bad habit, jangan harap alat mirip jam ini bisa dilepas.     

Saat dilakukan tes produk, anak-anak menyambut dengan antusias Behavior Watch ini. SuperArda memang merancangnya sesuai dengan selera muda anak-anak. Ergonomis dan melenial. Pimpinan Sulthanos memanggil ke 6 murid yang dijadikan sample untuk memakai Behavior Watch. Awalnya mereka tidak menyangka efeknya akan sedahsyat itu. Karena mereka sudah terbiasa ditakut-takutin akan resiko bila bertindak tidak baik oleh sebab itu mereka sudah katam terhadap nasehat. Keenam anak tersebut sudah hafal orang dewasa sering tidak konsisten dan suka menakut-nakuti. 

Setelah makan siang, terlihat Heleh berjalan sendirian sambil membawa lunch box miliknya. Tak disangka dari balik pintu dapur sekolah, Makcil memasang perangkap sehingga Heleh jatuh tersungkur karena tersandung tali yang dipasang di depan pintu. Tak ayal, Makcil langsung merasakan gatal yang luar biasa. Ia berteriak dan berlari kesana-kemari saking gatalnya pergelangan tangan kanannya lalu menjalar keseluruh tubuhnya. Ia berusaha melepaskan Behavior Watch namun tidak bisa. Hingga beberapa jam ia mengalami gatal yang mencekam. 

Kabar tentang kedahsyatan efek Behaviour Watch merebak ke seluruh sekolah-sekolah di Kota Messiville. Keenam anak yang dipilih Sulthanos memakai Behavior Watch memiliki kisah gatal yang berbeda-beda. Mereka benar-benar tidak tahan akan rasa gatal yang membuncah bila mereka berperilaku buruk. Dampak dari Behavior Watch ternyata terbukti mampu menyadarkan mereka. Berangsur-angsur perilaku mereka menjadi baik dan semakin baik hingga jarum bisa berpindah dari area bad habit ke good habit.**  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s